Angkasa Pura 2

Kendaraan Barang Tak Boleh Digunakan Untuk Mengangkut Penumpang

Koridor OtomotifSabtu, 15 Juni 2019
FB_IMG_1560600971139

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kendaraan angkutan barang  dirancang/ design  berbeda dengan kendaraan angkutan penumpang. oleh karena itu, penggunaan kendaraan angkutan barang tak boleh mengangkut penumpang atau sebaliknya.

“Selain melanggar ketertiban berkendara, penggunaan kendaraan angkutan barang untuk angkutan penumpang juga berbahaya bagi keselamatan,” sebut @kemenhub151 dan @ditjen hubdat151.

Sebaiknya,  kendaraan angkutan orang adalah menggunakan kendaraan bermotor sewajarnya, berupa sepeda motor, mobil penumpang, atau bus.

“Sebaliknya angkutan barang dengan kendaraan bermotor hanya wajib menggunakan untuk mobil barang. Hal itu tertulis dalam Pasal 137 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),”  sebut dia lagi.

Oleh karenanya, gunakanlah angkutan sesuai fungsinya. Jangan kebalik-balik  dan perhatikan juga keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya.

Peringatan ini perlu  disampaikan kembali, mengingat masih banyak kasus  kendaraan angkutan barang digunakan  untuk mengangkut  penumpang. Termasuk perjalanan jarak jauh layaknya bus AKAP.

Dalam kasus angkutan mudik Lebaran 2019 misalnya, masih ditemui pemudik pulang mengggunakan truk atau pick up  yang dimodifikasi sedemikian rupa untuk mengangkut penumpang.

Mengangkut penumpang atau pemudik dengan truk atau pick up sangat berbahaya. Apalagi untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.

Sementara, Pemerintah bersama BUMN dan swasta sudah menyelenggarakan mudik bersama gratis. Manfaatkan mudik gratis itu dibandingkan naik truk atau pick up. Apalagi mudik dengan sepeda motor.(helmi)

 

loading...