Angkasa Pura 2

Trans Serasi Kabupaten Tabanan Inovasi Pemda Tingkatkan Pelayanan Angkutan Sekolah

KoridorMinggu, 16 Juni 2019
IMG_20190616_133944

IMG_20190616_134002

TABANAN (BeritaTrans.com) – Trans Serasi merupakan Angkutan Siswa di Kabupaten Tabanan, Bali  dengan mekanisme pembelian layanan (Buy The Service) kepada Angkutan Perkotaan (Angkot) dan Angkutan Perdesaan (Angdes) pada saat jam berangkat dan pulang sekolah untuk melayani siswa.

“Jadi pada jam dimaksud, Angkot dan Angdes melakukan deviasi trayek sesuai kontrak dalam pembelian layanan, sedangkan diluar jam yang dibeli layanannya, angkot dan angdes kembali melayani penumpang umum sesuai trayek Angkot dan Angdes-nya masing-masing,” kata Gusmang Satriyadi dari Dishub Tabanan menjawab BeritaTrans.com, Minggu (16/6/2019).

Trans Serasi Pemkab Tabanan mulai beroperasi  sejak Oktober 2014 setelah sebelumnya melakukan ujicoba selama 6 bulan.  Uji coba dengan melayani dengan 54 armada angkot, dan  hingga akhir tahun 2019 melibatkan total 228 armada,” kata Gusmang lagi.

Jumlam armada tersebut terdiri dari 100 unit angkot, 3 bus sedang bantuan Kemenhub dan 125 bus kecil (angdes). Semua berjalan baik, dengan load factor rata-rata di atas 100%. “Tapi, tetap dengan mengedepankan aspek saftey,” kilah Gusmang lagi.

Sistem transportasi umum untuk anak-anak sekolah di Pemkab Tabanan ini dinilai dapat memberikan pelayanan yang baik  ke msyarakat khususnya anak-anak sekolah. Mereka bisa naik angkutan umum, dan tak harus naik sepeda motor ke sekolah, karena rawan kecelakaan.

Manfaat tersebut, diantaranya, “menekan angka kecelakaan yang melibatkan siswa, meningkatkan kesejahteraan awak angkutan umum, meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan angkutan umum,” jelas Gusmang.

Selain itu, juga manfaat lainnya untuk daerah, terutama putri-putri sekolah mulai SD-SMA bisa menikmati layanan angkutan umum dengan lebih baik dan berkeselamatan.

IMG_20190616_133729

Subsidi APBD

Gusman menambahkan, pihaknya membeli layanan dengan bekerja sama dengan perusahaan atau operator ngkutan umum baik Angkot dan Angdes di Tabanan.

“Jadi, Pemerintah/ Dishub tak harus membeli armada baru. Cukup merekrut dan memberdayakan operator yang ada, sehingga bisa meminimalisir dampak negatif seperti resistensi awak angkutan umum misalnya,” papar Gusmang menjawab BeritaTrans.com.

Untuk menyelengarakan angkutan Trans Serasi ini, Pemkab Tabanan melalui Dishub Tabanan cukup merogoh uang kas sebesar Rp15 miliar dari pertama beroperasi (tahun 2014-2019). “Setiap tahun, rata-rata subsidi   yang dikucurkan APBD sekitar Rp2,5 miliar,” kilah Guasmang.

Semua itu masih ditanggung dari APBD Pemkab Tabanan. Secara nominal cukup besar. Sejauh ini sudah diupayakan sumber pendanaan lainnya, seperti CSR perusahaan atau lainnya. “Namun belum berhasil optimal,” aku Gusmang.

“Tapi, dampak atau  manfaat yang diperoleh jauh lebih untuk Pemda dan masyarakat Tabanan.  Bisa ikut memberdayakan angkutan umum di daerah. Membuka lapangan kerja baru, dan tentunya mencegah terjadinya laka lantas di wilayah Pemkab Tabanan, Bali,” tukas Gusman.(helmi)

 

 

 

 

loading...