Angkasa Pura 2

Perlu Optimalisasi Bus Dan Kapal Roro Untuk Mudik Gratis

Dermaga KoridorSenin, 17 Juni 2019
darmaningtyas mti2

antarafoto-mudik8-motor-gratis-kapal-laut-120618-hma-8

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan dua kali ikut mudik gratis dan mengamati pemberangkatan mudik gratis, pasti selalu ada bus peserta mudik yang tidak berisi penuh. Jumlahnya kursi yang tersisa mungkin bisa lebih dari sepuluh kursi. Untuk menghindari kursi kosong, maka setiap kali pendaftaran selalu disediakan peserta cadangan. Konfirmasi kepada pendaftar perlu dilakukan sehari sebelum keberangkatan, sehingga bila pendaftar membatalkan keberangkatannya dapat digantikan oleh calon peserta cadangan.

Demikian disampaikan pengamat transportasi dan Direktur Instrans Darmaningtyas kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, sebaiknya setiap pemberangkatan mudik gratis disebarkan kuesioner apakah mereka akan ikut mudik gratis pada tahun depan. “Saatnya Kemenhub memiliki data base peserta mudik gratis dari tahun ke tahun,” jleas Tyas, sapaan akrab dia.

Selain untuk memudahkan pelaksanaan mudik gratis tahun-tahun berikut, juga untuk mengetahui profil peserta mudik gratis. Untuk pemudik dengan menggunakan kapal, ada dua hal yanga dapat disampaikan. Pertama. papar Tyas, terkait dengan sarana (kapal yang digunakan).

Berdasarkan bincang-bincang dengan para pemudik kapal laut yang pada tahun 2017 atau 2018 sudah ikut mudik gratis dengan menggunakan kapal laut.

Mereka menuturkan bahwa kapal yang dipakai tahun 2019 ini lebih nyaman karena kapalnya besar sehingga goncangannya tidak terasa. Pada mudik 2018 lalu kapal yang dipakai lebih kecil sehingga kurang nyaman karena goncangannya amat terasa.

Namun, fasilitas kapal ini kurang memadai. 1). Pintu kamar WC dekat deck yang kami tempati tidak dapat dikunci lagi, sehingga repot bagi yang akan membuang air besar. 2). Lantai kamar kecil di dekat ruang deck kami juga tergenang 3). Beberapa wastafel rusak (saya cek di beberapa kamar kecil) 4. Belum ada sarana ngecas HP Kedua, dari akomodasi.

Menurut peserta yang ikut mudik 2018, akomodasi tahun 2018 karena pada saat itu setiap peserta, pada saat makan memperoleh dua botol mineral dan lauk makannya ada tiga jenis. Pada mudik 2019 ini, makan buka puasa lauknya oseng tempe dan ayam satu potong kecil (mungkin 1 dada untuk 3 orang), sedangkan makan sahur oseng dengan rendang (kecil juga).

Pada saat pembagian ransum juga diberikan satu gelas air mineral dan satu gelas minuman ale-ale dan roti tango kecil. Ketiga, pentingnya melakukan koordinasi antar direktorat, mengingat informasi yang saya terima begitu tiba di Semarang, selain ada kapal yang diberangkatkan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Darat.

Selain itu  juga ada kapal yang diberangkatkan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut yang jarak kedatangannya tidak terlalu lama, sehingga ini juga dapat menambah repot yang di lapangan, karena kapal yang dating duluan harus cepat-cepat berangkat lagi atau pindah tempat untuk bersandar karena pelabuhannya akan dipakai untuk bersandar kapal yang diberangkatkan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut.

Keempat, optimalisasi penggunaan kapal. Pada saat mudik dengan menggunakan kepal kemarin, kapasitas kapal, menurut petugas kapal saat itu, mampu menampung 160 truk dan 2000 motor. Namun kapal yang berangkat dari Terminal Ex President itu hanya diisi oleh 208 motor dan 401 penumpang saja. Ini tentu sayang sekali kalau ruang yang begitu luas tidak dimanfaatkan secara optimal.

Optimalisasi Kapal RoRo

Ke depan, kalau menggunakan kapal Ro-Ro lagi, akan lebih bagus dioptimalkan, kalau pergi pengguna mobil pribadi yang akan ikut mudik gratis dapat diakomodasi guna mengurangi tingkat kemacetan di jalan raya/tol. Demikian pula mereka yang tidak memiliki motor tapi akan mudik dapat diakomodasi.

Mestinya, menurut Tyas, makin banyak yang menggunakan fasilitas mudik gratis itu makin baik, daripada kurang optimal, sementara Pemerintah pasti bayar ke pengusaha kapal penuh. Kelima, masalah Integrasi Layanan. Saya merasa surprise ketika tiba di Pelabuhan Tanjung Emas tanggal 2 Juni 2019 pagi melihat ada deretan bus mudik gratis ke seluwuh wilayah di Jawa Tengah, dan ternyata juga ada yang ke arah Yogyakarta. Mudik gratis dengan menggunakan bus dan titik berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas tersebut dilaksanakan oleh Pelindo III.

Mudik gratis ini untuk melayani para pemudik yang turun di Pelabuhan Tanjung Emas, termasuk kapal-kapal dari luar Jawa. Sayangnya, mudik gratis ini tampaknya tidak banyak diketahui oleh public sehingga para penumpang kapal yang dating dari Kalimantan pun sedikit yang menggunakan bus mudik gratis ini. Bus yang saya naikin ke Yogya juga hanya berisi 40% saja.

“Ke depan, perlu dibangun sinergi dan koordinasi antar instansi di dalam Kemenhub maupun luar Kemenhub agar program-program mudik gratis itu dapat berjalan lebih optimal. Demikian beberapa masukan yang dapat saya sampaikan, semoga dapat menjadi bahan perbaikan bagi penyelenggaraan mudik gratis pada tahun-tahun ke depannya,” tegas Tyas.(helmi)

 

loading...