Angkasa Pura 2

Galangan Steadfast Marine Targetkan Raih Pendapatan Rp30 Miliar dari Jasa Docking Kapal

DermagaRabu, 19 Juni 2019
images (3)

JAKARTA (BeritaTrana.com) – Manajemen PT Steadfast Marine Tbk (IDX: KPAL) menargetkan peningkatan pendapatan berulang dari jasa docking kapal berupa perbaikan dan perawatan kapal hingga Rp30 miliar.

JAKARTA. PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) di tahun ini bakal berfokus meningkatkan porsi pendapatan berulang. Pendapatan berulang itu bakal diperoleh dari jasa docking kapal berupa perbaikan dan perawatan kapal.

Sekretaris Perusahaan KPAL Mulyadi Chandra mengatakan pendapatan dari jasa docking itu memiliki margin lebih baik karena bersifat jasa. “Marginnya lebih baik, tetapi secara revenue tidak besar,” katanya kepada Kontan.co.id pada Selasa (18/6/2019).

Kata Mulyadi, tahun lalu, KPAL memperoleh pendapatan dari layanan jasa docking sekitar Rp 7 miliar. Adapun jika mengintip laporan keuangan perusahaan, total pendapatan KPAL pada tahun 2018 sebesar Rp 152,03 miliar.

Kontribusi di tahun 2018 itu memang diakui Mulyadi masih kecil. Ia mengatakan, pada tahun 2018 alat produksi lebih berfokus mengerjakan 13 pesanan kapal dari Kementerian Perhubungan yakni enam kapal latih dan tujuh kapal perintis. Nah di 2019 ini, 10 di antaranya sudah selesai di kerjakan sehingga alat produksi bisa lebih dimaksimalkan untuk bisnis docking.

Targetnya, di tahun ini segmen docking bisa menyumbang pendapatan sekitar Rp20 miliar sampai Rp30 miliar.

Sampai saat ini KPAL telah menyepakati kerja sama dengan perusahaan lokal untuk docking tujuh kapal pengangkut LPG di Pontianak. Tiga kapal sudah mulai docking sejak 2018 sementara memasuki 2019 ini sudah ada kapal ke empat yang docking di KPAL.

Selain itu, kata Mulyadi ada pula perusahaan yang memiliki armada tugboat dan tongkang di mana seluruh armadanya akan melakukan perawatan di galangan KPAL.

Dengan pertumbuhan jumlah kapal di Indonesia lebih dari 1.000 per tahun, Presiden Komisaris Steadfast Marine, Eddy Kurniawan Logam meyakini peluang di sektor industri galangan kapal sangat besar sehingga pada tahun 2019 perseroan berfokus meraih net profit margin pada sektor jasa docking.

Hingga kuartal I-2019, pendapatan perseroan naik menjadi Rp35,25 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp32,78 miliar, laba anjlok menjadi Rp963 juta dari sebelumnya mampu mencetak Rp2,28 miliar.

Penurunan laba di 3 bulan pertama ini berkaitan dengan adanya kerugian penjualan aset tetap sebesar Rp1,7 miliar, sementara laba kotor masih dicatatkan sebesar Rp12,64 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp11,59 miliar.

Fokus perseroan saat ini di bidang pembuatan kapal laut, perawatan, pemeliharaan serta perbaikan berbagai jenis kapal laut, tongkang, pinisi dan speed boat, serta perdagangan hasil industri pembuatan angkutan laut dan sejenisnya.

Pada 4 Juni 2018, perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menawarkan 350 juta sahamnya kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100, yang ditawarkan dengan harga Rp 115/saham.

KPAL juga menerbitkan 175 juta waran Seri I yang ditawarkan dengan harga Rp 120/saham.

Hasil penawaran umum perdana adalah sebesar Rp 37,78 miliar dan resmi tercatat di BEI pada 7 Juni 2018. Sebelumnya manajemen perseroan mengungkapkan akan mengembangkan bisnis ke bidang perbaikan kapal, selain tetap mempertahankan bisnis utama membuat kapal.

Saham mendadak melesat 11,56% pada perdagangan Selasa (11/6/2019) pagi dan melanjutkan penguatannya hingga 49% dalam sepekan terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan mencatat, pada pukul 09.50 WIB, saham KPAL naik 11,56% di level Rp 230/saham dengan nilai transaksi Rp 4,98 miliar dan volume perdagangan 23,03 juta saham. Meski secara tahun berjalan atau year to date saham KPAL anjlok 23%, tapi dalam sepekan terakhir perdagangan sahamnya mampu melesat 49%.

Penguatan ini terjadi di tengah sepinya sentimen yang mewarnai pergerakan sektor ini, apalagi dari sisi kinerja bisnis, Steadfast juga belum mencatatkan aksi korporasi terbaru. Perseroan diagendakan melaksanakan paparan publik tahunan di Gedung BEI pada Selasa 18 Juni mendatang.

(dien/sumber: cnbcindonesia.com dan kontan.co.id).