Angkasa Pura 2

Mobil Avanza Jatuh dari Kapal ke Selat Sunda

DermagaRabu, 19 Juni 2019
rem-tagan

SERANG (BeritaTrans.com) – Mobil Toyota Avanza dengan nopol B-1087-CKB jatuh dari kapal ferry KMP Nusa Putera ke Selat Sunda, tepatnya di Pulau Prajurit, Selasa (18/6/2019).

Informasi yang beredar viral di media sosial tersebut, menyebutkan sebuah mobil avanza yang naik dari pelabuhan Bakauheni hendak ke pelabuhan Merak jatuh ke laut dari atas kapal gara-gara tidak menarik tuas rem tangan.

Informasi yang dihimpun, Mobil Avanza tersebut milik warga Tanggerang.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan mobil Avanza itu jatuh dalam perjalanan dari Bakauheni menuju Merak.

Pemilk kendaraan diduga lupa menarik tuas rem tangan.

Karena rem tangan tidak ditarik, mengakibatkan mobil bergerak mundur dan menabrak pagar.

Dari unggahan instagram dramaojol.id, tampak dalam slide diduga pemilk mobil yang tengah berpose menepok jidat.

Dikutip dari Tribunlampung, Sebuah mobil pribadi jenis Toyota Avanza warna hitam dilaporkan terjebur ke laut dari atas kapal KMP Nusa Putra yang sedang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten, pada Selasa (18/6/2019) sore.

Informasi yang tribun dapatkan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Sebab, kendaraan dalam keadaan kosong saat tercebut ke laut.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar pulau Panjurit yang berjarak sekitar 3 mil laut dari pelabuhan Bakauheni.

KMP Nusa Putra sendiri bertolak dari pelabuhan Bakauheni pada sekitar pukul 15.15 wib.

KMP Nusa Putra sandar di dermaga 7 pelabuhan Merak pada sekitar pukul 18.00 wib.

Diduga sopir mobil lupa memasang rem tangan kendaraan.

Sehingga kendaraan mundur ke arah pintu sideram (pintu masuk kendaraan disamping) pada car deck kapal.

Menabrak pintu hingga kunci kait pintu sideram terlepas dan kendaraan tercebut ke laut.

Informasi yang tribun dapatkan sopir mobil Avanza dan pihak kapal serta beberapa saksi saat ini masih dimintai keterangan oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak.

Ketua Gapasdap cabang Bakauheni, Warsa membenarkan informasi adanya mobil yang tercebut ke laut dari atas cardeck KMP Nusa Putra. Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Benar. Kejadiannya di KMP Nusa Putra. Kemungkinan sopir lupa memasang rem tangan, sehingga mobil mundur sendiri dan tercebut ke laut. Tetapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya truk juga teecebur

Insiden mobil tercebur laut di Pelabuhan Bakauheni tersebut bukanlah insiden pertama.

toyota-avanza-tercebur-ke-laut-dari-atas-kapal-roro-2-truk-pernah-tercebur-di-pelabuhan-bakauheni
Ilustrasi – Truk tercebur laut di Pelabuhan Bakauheni. Toyota Avanza Jatuh ke Laut dari Atas Kapal Roro, 2 Truk Pernah Tercebur di Pelabuhan Bakauheni. – tribunlampung.co.id/dedi sutomo

Sebelumnya, satu unit truk tercebur ke laut di Pelabuhan Bakauheni.

Ketika itu, truk bermuatan rongsokan hendak masuk KMP Nusa Putra.

Beruntung, sopir truk selamat setelah melompat dari truk.

Sopir truk pun langsung dilarikan ke Puskesmas Bakauheni.

Humas PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap mengatakan, truk bermuatan rongsokan tercebur karena ramp door KMP Nusa Putra patah.

Saat truk hendak masuk kapal, tiba-tiba ramp door berbunyi dan truk langsung jatuh ke laut.

Awalnya, posisi depan mobil masih menggantung di ujung.

Namun tak lama kemudian, truk tercebur ke laut.

“Itu kendaraan pertama yang akan masuk kapal. Saat truk mau masuk, ramp door kapal patah. Truk tercebur ke laut,” kata Saifulahil kepada Tribunlampung.co.id.

Akibat peristiwa itu KMP Nusa Putra harus mendapat perbaikan.

Rem truk blong

Sebelumnya, satu unit truk terjun ke laut di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni akibat rem blong.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (9/2/2012) pukul 23.30 WIB itu, turut mengakibatkan dua unit truk rusak dan tujuh unit sepeda motor hancur.

Dilansir Kompas.com, berdasarkan penelusuran polisi yang dihimpun dari sejumlah saksi, truk bernomor polisi BE 9133 CC meluncur kencang dengan kondisi mesin mati, dari arah tanjakan/turunan Pasar Bakauheni.

Kendaraan itu melaju di ruas jalan yang salah, yaitu ruas menuju ke arah Bandar Lampung, dan langsung mengarah ke gerbang Pelabuhan Bakauheni yang berada lurus di depannya.

Lalu, truk terus menuju ke areal bongkar muat kendaraan di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni yang saat itu kondisinya tidak terlalu padat kendaraan karena baru selesai bongkar muat.

Meski begitu, ada sejumlah truk dan sepeda motor yang diparkir.

“Lalu, ada suara teriak ‘awas-awas’ rem blong dari dalam truk itu. Saya kaget setengah mati, sebab persis ada di samping. Truk itu lalu menabrak apa saja di depannya, termasuk motor. Batu-batu dan debu mental semua, salah satunya menimpa jidat saya,” ujar Made Widya (31), seorang saksi mata yang mengalami luka akibat peristiwa ini, Jumat (10/2/2012).

Kecepatan truk itu diperkirakan mencapai lebih dari 80 km per jam.

• Kesenggol Pengendara Lain, Wanita Naik Yamaha Nmax Tercebur ke Laut hingga Motornya Lenyap

Setelah menyapu dan melindas motor-motor yang diparkir, truk lalu menghantam sebuah kontainer yang diparkir di pinggir dermaga III sebelum akhirnya tercebur ke laut.

Serpihan bodi sepeda motor, potongan-potongan besi truk berupa pintu yang ringsek, dan pecahan-pecahan beton yang dirusak berserakan di jalur bongkar muat Dermaga III Bakauheni.

KMP Wira Berlian Tabrak Brige

Sebelumnya, akibat terbawa arus, KMP Wira Berlian yang sedang melakukan olahgerak menabrak jalur (brige) menuju di dermaga 5 pelabuhan Bakauheni, pada Senin (17/6/2019) sore kemarin.

Informasi yang tribun dapatkan, KMP Wira Berlian sedang melakukan uji coba untuk sandar dan olahgerak di pelabuhan Bakauheni.

Akibat dari insiden ini, reling (pembatas jembatan) jalur menuju Dermaga 5 rusak.

Adanya kejadian ini dibenarkan General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, Hasan Lessy saat dihubungi Tribun.

Ia mengatakan, KMP Wira Berlian terbawa arus dan angin yang cukup kuat pada sore tadi di Pelabuhan Bakauheni.

“Iya benar. Kapal terbawa arus dan angin cukup kencang. Sehingga menabrak jembatan menuju dermaga 5,” kata dia kepada tribun.

Ia mengatakan untuk jembatan tidak ada kerusakan yang fatal, hanya reling (pagar pembatas) yang mengalami kerusakan dan Dermaga 5 pun tetap beroperasi untuk pelayanan.

“Untuk dermaga 5 tetap beroperasi. Kondisi jembatan aman untuk dilalui kendaraan ke dermaga 5. Tidak ada kendala. Kerusakan hanya pada reling (pembatas pagar) sisi jembatan,” ujar Hasan Lessy.

(via/sumber: tribunnews.com/foto: poskotanews.com

loading...