Angkasa Pura 2

WIKA Selesaikan Pembangunan Bandara Oecusse Timor Leste

BandaraRabu, 19 Juni 2019
Wijaya Karya Bangun Bandara Internasional di Oecusse 4

images (9)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menorehkan tinta emas baru melalui kinerja bisnisnya di mancanegara dengan menyelesaikan pembangunan Bandara Oecusse, Timor Leste.

Pekerjaannya telah diresmikan Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Francisco Guterres dan Mari Alkatiri, selaku President of the Authority for Special Administrative Region of Oé-Cusse (RAEOA / Zeesm), di Oecusse, Timor Leste, Selasa (18/6/2019).

Presiden RDTL, Francisco mengapresiasi kinerja WIKA dalam pembangunan infrastruktur dan penunjangnya di Timor Leste.

Dia menganggap bahwa WIKA sebagai BUMN Indonesia telah berperan besar dalam hubungan Timor Leste dan Indonesia baik dalam pembangunan Oecusse maupun negara Timor Leste. Kesuksesan dalam
pengembangan Oecusse menurut Presiden akan direplikasi di distrik-distrik lainnya.

Kebanggaan atas keberhasilan Perseroan diutarakan oleh Direktur Utama WIKA Tumiyana. Bandara Oecusse diyakini telah menjadi salah satu maha karya WIKA di luar negeri karena merupakan bandara pertama yang dibangun WIKA di luar Indonesia sekaligus dengan lingkup pekerjaan yang komplit.

“Proyek ini menjadi bukti kapabilitas kami dari segi engineering, penguasaan teknologi, proyek manajemen serta memperoleh wawasan baru yang merupakan hasil interaksi dengan pihak-pihak berkepentingan yang berasal dari negara lain,” ujar Tumiyana.

Dengan nilai kontrak mencapai US$119 juta, Proyek Bandara Internasional Oecusse terdiri dari pembangunan fasilitas landside dan airside seperti Tower Air Traffic Control (ATC), terminal building quarrantine fuel depot Distance Measuring Equiment (DME), VHF Omnidirectional Range (VOR), runway taxiway, apron airfit lighting hingga fasilitas bandara lainnya.

Lebih lanjut, lingkup pekerjaan Perseroan pada proyek bandara internasional ini juga meliputi pembuatan runway baru sepanjang 2,5 Km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa dijadikan bandara komersial, pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta pemutakhiran sistem dan standar safety bandara internasional.

Selama periode 2015–2018, proses pembangunan ini melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja gabungan Indonesia dan Timor Leste. Sebagian besar material berasal dari Indonesia seperti semen, besi beton, material arsitektur, dan garbarata, termasuk material baja konstruksi yang difabrikasi oleh entitas anak Perseroan, WIKA Industri & Konstruksi. Namun, beberapa peralatan yang belum tersedia di Indonesia didatangkan oleh WIKA dari beberapa negara seperti Amerika, Tiongkok, Austria, Australia. (omy)

loading...