Angkasa Pura 2

4 Penembak Jatuh Pesawat Malaysia Airlines Didakwa Pembunuhan

KokpitKamis, 20 Juni 2019
images (2)

WASHINGTON (BeritaTrana.com) – Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo hari Rabu menyambut baik dakwaan terhadap empat tersangka penembak jatuh pesawat penumpang Malaysia Airlinea, MH 17, pada tahun 2014 dan mengharapkan Rusia bekerja sama dengan penyelidikan itu.

Penyelidik internasional, dipimpin Belanda, mengidentifikasi tersangka sebagai tiga orang Rusia – Igor Girkin, Sergey Dubinskiy dan Oleg Pulatov – dan satu orang Ukraina, Leonid Karchenko. Jaksa menuntut keempatnya dengan pembunuhan.

Ketua jaksa penuntut Belanda Fred Westerbeke mengatakan di Den Haag, “Meskipun mereka bukan yang menekan tombol, ada kecurigaan mereka bekerja sama erat” untuk memiliki peluncur rudal yang menembak jatuh pesawat jet itu.”

images (1)

Penyelidik menggunakan penyadapan, gambar radar, dan media sosial untuk membidik para tersangka.

Amerika meminta Rusia memastikan para tersangka yang saat ini berada di Rusia menghadapi pengadilan, kata Pompeo.

Jaksa penuntut Belanda mengatakan persidangan akan dibuka Maret nanti di Den Haag. Tetapi keempat tersangka kemungkinan tidak akan diadili di Barat. Rusia dan Ukraina melindungi warganya dari ekstradisi. Rusia juga membantah terlibat penembakan jatuh pesawat itu dan menuduh penyelidik menggunakan “sumber informasi yang meragukan.”

Mahathir Tak Senang

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengaku tidak senang tentang temuan penyelidikan yang dipimpin Belanda soal Malaysia Airlines MH-17. Dia mencatat bahwa lebih banyak politik daripada pencarian fakta dalam penyelidikan itu.

Mahathir menyuarakan kegelisahannya setelah Tim Investigasi Gabungan (JIT) mengungkapkan hasil penyelidikan terbaru. Menurutnya, sedari awal penyelidikan ini ditujukan untuk menyalahkan Rusia.

“Kami sangat tidak bahagia. Sejak awal, itu menjadi masalah politik tentang bagaimana menuduh Rusia melakukan kesalahan. Bahkan sebelum mereka memeriksa kasus ini, mereka telah mengklaim bahwa (penembakan MH17) dilakukan oleh Rusia,” ucap Mahathir.

“Malaysia, yang telah mengawasi penyelidikan sejak awal, menginginkan bukti kesalahan (bahwa Rusia melakukannya). Sejauh ini, tidak ada bukti, hanya kabar angin,” sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (20/6).

Belanda, Australia, Belgia, Malaysia, dan Ukraina adalah bagian dari tim investigasi gabungan.

Kementerian Luar Negeri Rusia sendiri membantah tuduhan keterlibatan militernya dalam insiden tersebut. Moskow menyesalkan tuduhan keterlibatan terhadap militer negaranya dalam peristiwa tersebut.

“Sekali lagi, pihak Rusia menjadi sasaran tuduhan yang sama sekali tidak berdasar yang bertujuan mendiskreditkan Federasi Rusia di mata masyarakat internasional. JIT yang dibentuk untuk menyelidiki tragedi itu menggunakan sumber informasi yang meragukan dan tidak menggunakan data yang disediakan oleh Rusia,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

11 WNI jadi korban

Pesawat itu terbang pada 17 Juli 2014, dari Bandara Schiphol, Amsterdam ke Kuala Lumpur tetapi ditembak jatuh sebelum jatuh di dekat Torez di Oblast Donetsk, Ukraina, 40 kilometer dari perbatasan Rusia. Sebanyak 298 orang, termasuk 15 kru, tewas dalam kecelakaan itu.

308128_620
Gambar yang diambil dari video memperlihatkan sebuah buku petunjuk wisata Bali dan Lombok yang ditemukan di antara puing pesawat Malaysia Airlines yang ditembak jatuh di atas Ukraina, di dekat desa Hrabove, Kamis 17 Juli 2014. Malaysia Airlines mencuit bahw amereka kehilangan kontak dengan pesawat MH 17 yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur ketika berada di wilayah udara Ukraina. AP/Channel

Menurut seorang pejabat Malaysia Airlines, Huib Gorter, terdapat 154 penumpang berkebangsaan Belanda dalam pesawat yang mengarungi rute Amsterdam-Kuala Lumpur ini. Penumpang lainnya: 27 warga negara Australia, 23 Malaysia, sebelas Indonesia, enam warga Inggris, empat orang Jerman, empat orang Belgia, tiga warga Filipina, dan seorang warga Kanada.

Selain itu, sebanyak 47 penumpang lainnya tak diketahui kewarganegaraannya. Seluruh awaknya, yang berjumlah 15 orang, berasal dari Malaysia.

loading...