Angkasa Pura 2

Mengenaskan, Kapal Penumpang di Pelalawan Dibiarkan Nyaris Tenggelam

DermagaKamis, 20 Juni 2019
526242c8df76b0cef645a7pdr-123545

PELALAWAN (BeritaTrans.com) – Kapal penumpang berlogo Pemkab Pelalawan, Riau, tenggelam di tepi sungai. Fotonya beredar di aplikasi pesan What’s App (WA), Rabu (19/6/2019).

Pada foto terlihat speedboat berwarna putih bernama SB Pelalawan Emas 2 tertulis di bagian samping depan kapal. Sedangkan samping belakang bertuliskan DAK Afirmasi Bidang Transportasi Tahun Anggaran 2018.

Lambung dan badan kapal tenggelam ke dalam air hingga mencapai jendela dan tinggal sedikit yang belum tercebur air.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, Said Mashudi, yang mengirimkan foto tersebut saat dikonfirmasi menyatakan lokasi tenggelamnya kapal tersebut berada di tepi sungai Desa Serapung, Kecamatan Kuala Kampar.

Kapal tersebut merupakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serapung yang diserahkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan, tahun lalu.

“Itu kapal milik BUMDes Serapung, bantuan dari pemda tahun lalu. Sekarang tenggelam, apa penyebabnya saya tidak tahu,” papar Said Mashudi, anggota dewan asal Kuala Kampar,Rabu (19/6/2019).

Ia menduga ada kebocoran pada kapal yang membuat air masuk ke lampung hingga bisa tenggelam. Pada saat kejadian, kapal dalam kondisi ditambatkan di tepi sungai dan tidak dioperasikan.

“Coba ditanyakan ke Dishub, itu apa penyebabnya, kok bisa sampai tenggelam,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan Syafrudin mengaku belum mendapat laporan atas tenggelamnya kapal cepat itu. Pihaknya baru mengetahui kejadian ketika wartawan mengkonfirmasi hal tersebut.

“Ini baru tahu kami. Nggak ada dapat laporan dari pihak desa sebagai pengelola,” ujar Syafruddin.

Kasi Keselataman Lalu Lintas Perairan Bidang Pelayaran Dishub Pelalawan, Penel Arisman, juga menuturkan ketidaktahuannya atas peristiwa tersebut.

Pihaknya akan memanggil aparat desa, khususnya Kades, untuk meminta penjelasan terkait terceburnya speedboat yang dihibahkan tersebut.

Penel mengakui, Dishub mengadakan empat unit kapal penumpang pada tahun 2018 yang didanai dari DAK. Speedboat yang terbuat dari fiber itu diserahkan ke Desa Sungai Upih, Serapung, Sokoi, dan Teluk Bakau yang semuanya berada di wilayah Kuala Kampar.

Empat unit kapal tersebut diserahterimakan ke BUMDes masing-masing untuk dikelola sebagai kapal penumpang antar desa dan ke ibukota kecamatan.

“Kita sudah serahkan sepenuhnya ke BUMDes. Jadi mereka yang mengelola semuanya mulai dari operasional sampai perawatan,” ujar Penel. (Tribunpekanbaru.com

loading...