Angkasa Pura 2

PT Len Industri Prakarsai Lintasan Kereta Barang di Gresik

EmplasemenSenin, 24 Juni 2019
images (3)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Len Industri akan memprakarsai lintasan kereta barang di Gresik yang akan tersambung dengan sejumlah pelabuhan kering (dryport), termasuk hingga Gedebage, Bandung, Jawa Barat.

PT Len Industri (Persero) adalah perusahaan peralatan elektronik industri milik pemerintah Indonesia yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat. Saat ini Len Industry berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia.

“Saat ini kami tengah mengajukan izin sebagai pemrakarsa investasi di Kemenhub, apabila izin itu keluar kami akan membangun jalur KA barang yang nyambung dengan jalur KA utama untuk transportasi barang di daerah Gresik,” kata Manajer Penjualan dan Pemasaran PT LEN Industri Fachry Hasan di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Saat ini, Fachry mengatakan, Len Industri tengah melakukan prastudi kelaikan serta izin sebagai perusahaan pemrakarsa untuk investasi murni non-APBN.

Nilai investasi yang dibutuhkan, dia menyebutkan, yakni Rp3 triliun dengan permohonan izin konsesi selama 30 tahun. “Kalau izin menteri sudah keluar di 2020 sudah bisa inisiasi proses lelang, mungkin pelaksanaan pekerjaan 2–3 tahun,” katanya.

Sedangkan untuk pengoperasian, perusahaan penyedia persinyalan kereta itu akan bekerja sama dengan operator KA.

Rencana tersebut, lanjut dia, juga tidak lepas dari keinginan pemerintah daerah Gresik untuk menyediakan angkutan yang efisien untuk barang karena selama ini menggunakan truk yang menyebabkan jalan rusak.

“Keuntungannya jadi lebih murah biayanya, juga bagi pemerintah APBD untuk jalan rusak, lebih terjaga karena barang diangkut dengan kereta,” katanya.

Lintasan yang akan digunakan, Fachry mengatakan yakni dengan mengaktifkan kembali lintasan yang sudah mati atau reaktivasi dan akan membangun lintasan baru tambahan sepanjang 6 kilometer.

“Tanahnya milik pemda, jadi tidak ada lagi pembebasan lahan, memanfaatkan aset yang dimiliki pemerintah,” katanya.

Fachry melihat kesempatan investasi tersebut karena pemerintah saat ini tengah meminimalisasi beban APBN.

“Sebagai BUMN seperti apa di antaranya kami melihat kesempatan ini, kita bicara dengan Kemenhub. Awalnya permintaan itu Pemkab Gresik untuk dibangunkan infrastruktur, sekarang pemerintah tengah genjar mengajak BUMN atau swasta untuk skema KPBU,” katanya.(dan/bisnis.com)

loading...