Angkasa Pura 2

Banyak Sepatu Merek Nike Belum Dipakai Terdampar di Pantai, Diduga dari Kargo Kapal

DermagaSelasa, 25 Juni 2019
sepatu nike di pantai

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sepanjang tahun lalu, di pantai-pantai Bermuda dan Bahama hingga Irlandia dan Kepulauan Orkney di Skotlandia, ratusan pasang sepatu yang tak terpakai terdampar di sana.

Bagaimana sepatu-sepatu ada di sana dan mengapa para ilmuwan tertarik dengan penyebaran sepatu-sepatu ini?

Pada bulan September 2018 di kepulauan terpencil di Azores, Portugal, Gui Riberio mulai memperhatikan adanya barang aneh yang terdampar. Awalnya jumlahnya sedikit, tapi segera saja benda-benda ini mulai datang dalam jumlah besar.

Sepatu olahraga, sandal jepit dan berbagai alas kaki mulai terdampar secara rutin dan mudah dibedakan dari barang-barang lain yang dibawa ombak.

Partikel plastik dalam air kemasan, publik belum banyak tahu
Peneliti temukan tumpukan sampah sandal bekas di sebuah pulau selatan Pulau Jawa

Alas kaki ini bermerek sama, dengan tanggal produksi yang juga sama. Satu hal penting: sepatu dan sandal ini belum pernah dipakai.

Dalam sebulan Ribeiro berhasil memungut 60 sepatu olahraga Nike, bersama dengan merek-merek lainnya.

Satu dari sepatu Nike yang ditemukan di pantai barat Irlandia oleh Liam McNamara – yang menemukan lebih dari 100 sepatu.

Tujuh bulan kemudian, di Cornwall, Inggris yang berjarak 2.250 km dari Azore, Tracey Williams mengamati hal serupa.

“Kami pembersih pantai biasa berjejaring. Jika ada sesuatu yang tedampar, kami biasanya segera mencari tahu,” katanya.

Lalu alas kaki mengambang ini ditemukan di pantai di Bermuda, Kepulauan Bahama di Karibia, Prancis, Irlandia, Kepulauan Orkney di Skotlandia dan Kepulauan Channel yang terletak di antara Inggris dan Prancis.

Dari Kapal Kargo?

Ribeiro melakukan riset dan menyatakan sumber sepatu-sepatu ini diduga kuat berasal dari satu kapal yang sama, terindikasi berasal dari kontainer yang jatuh dari kapal Maersk Shanghai.

Musim semi tahun lalu, kapal barang Maersk Shanghai sepanjang 324 meter berlayar dari Norfolk, Virginia, menuju Charleston, South Carolina, Amerika Serikat.

Malam hari tanggal 13 Mei, kapal itu dihantam badai di Oregon Inlet dan setumpuk kontainer muatannya terjatuh ke laut.

Pembuat sandal jepit merek Triangle ini mengatakan kepada BBC mereka kehilangan produknya ketika dibawa oleh kapal Maersk Shanghai.

Buletin pelayaran melaporkan pesawat dikirim untuk mencari kontainer tersebut, dan menemukan sembilan di antaranya terapung. Namun tujuh lagi tenggelam.

Tak mungkin memastikan apakah alas kaki yang tercecer itu berasal dari Maersk Shanghai. Operator kapal itu Zodiac Maritime tidak menjawab pertanyaan soal ini. Demikian pula dengan perusahaan sepatu Nike.

Namun dua merek Triangle dan Great Wolf Lodge, bisa dipastikan merupakan contoh dari produk yang dibawa oleh kapal tersebut.

Liam McNamara, dari County Clare, pantai barat Irlandia, menemukan sekitar 100 sepatu – kebanyakan Nike – dan menurutnya “hampir pasti” berasal dari Maersk Shanghai.

“Apakah tenggelam atau terdampar di pantai, akan berdampak buruk terhadap kehidupan liar maritim,” kata Lauren Eyles, dari Marine Conservation Society.

“Sepatu-sepatu itu akan terurai menjadi plastik-mikro dan akan berdampak ke kehidupan laut di seluruh dunia”.

Namun Eyles menyatakan tak cukup data untuk memastikan berapa banyak sumbangan plastik-mikro dari sepatu-sepatu itu dalam 10 juta ton sampah plastik di lautan setiap tahunnya. (ds/sumber BBC)

loading...