Angkasa Pura 2

GMF Patok Target Laba Bersih 500 Juta Dolar AS Tahun 2019

KokpitSelasa, 25 Juni 2019
gmf

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menargetkan laba bersih sebesar US$500 juta pada tahun 2019. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan mengatakan target ini akan ditopang oleh bisnis perawatan mesin.

“Portofolio bisnis GMF pada tahun 2015, porsi pendapatan paling besar berasal dari line maintenance 31%, kemudian component 28%, dan airframe 24%. Tapi sekarang yang paling tumbuh revenue-nya adalah perawatan mesin sebesar 29%,” kata Tazar di Menteng, Jakarta, Selasa (25/6).

Tazar melanjutkan, dalam sekali perawatan mesin pesawat, GMF akan memperoleh pendapatan sebesar US$5 juta hingga US$6 juta. Tazar pun menyebut bisnis perawatan mesin ini sebagai dominant opportunity bagi GMF.

“GMF punya rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) sebagai top maintenance, repair, dan overhaul (MRO) dan ditandai dengan revenue (pendapatan perusahaan) sebesar US$1 miliar yang akan dicapai tahun 2021,” ujar Tazar.

Selain itu, Tazar juga mengatakan emiten dengan kode GMFI ini tengah melakukan ekspansi di beberapa wilayah seperti kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Indo-China dan Asia Timur, serta Australia.

Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, ekspansi bisnis tersebut akan berupa kerja sama dengan MRO lokal yang direncanakan beroperasi pada 2020.

“Kemudian untuk ekspansi ke Australia, GMF akan membuka kantor cabang di tiga kota yaitu Sydney, Melbourne, dan Perth yang ditargetkan beroperasi di kuartal IV-2019 ini,” tutur Tazar.

Sebelumnya GMF ikut serta pada perhelatan aviasi kenamaan Eropa, Paris Air Show 2019 yang di gelar 17-23 Juni 2019 di Le Bourget, Prancis. Pada kesempatan kali ini GMF melakukan sejumlah penandatanganan kerja sama, di antaranya dengan raksasa MRO (maintenance, repair, and overhaul) asal Eropa AFI KLM E&M dan produsen mesin pesawat kelas dunia CFM International.

Pelaksana Tugas Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan mengungkapkan bahwa kehadiran GMF pada pergelaran akbar yang diikuti oleh ratusan pelaku industri aviasi dari seluruh dunia ini merupakan komitmen GMF terhadap mitra dan konsumennya.

“Kami melakukan beberapa pertemuan bisnis dengan partner dan customer kami di Eropa khususnya. Selain itu melalui ajang ini kami juga bisa mendapat insight tentang teknologi-teknologi terkini di industri MRO agar kedepannya GMF bisa lebih adaptif lagi,” ungkap Tazar di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Di perhelatan aviasi terbesar di Eropa tersebut GMF yang diwakili oleh Tazar Marta Kurniawan dan CFM International yang diwakili oleh President & CEO Gael Meheust, menandatangani kesepakatan kerja sama dalam bidang perawatan mesin dan material. Pada bidang perawatan mesin, CFM International memperpanjang lisensi GMF untuk melakukan perawatan engine CFM jenis CFM56-7B serta penambahan kapabilitas untuk engine CFM56-5B.

Menurut Tazar, penambahan kapabilitas ini merupakan komitmen GMF dalam meningkatkan portofolio bisnis engine maintenance-nya. “Hal ini selaras dengan strategi GMF dalam melakukan ekspansi kapasitas engine maintenance, mengingat peluang yang besar kedepannya untuk melakukan perawatan engine bukan hanya milik Garuda Indonesia Group tapi juga untuk customer GMF lain di luar Garuda Indonesia Group,” ungkap Tazar

Dalam kesepakatan ini GMF dan CFM International juga bekerja sama dalam hal pembelian suku cadang dan perbaikan komponen pesawat. Menurut Tazar, Kerja sama ini merupakan lanjutan dari kerja sama sebelumnya. Tazar juga menyampaikan bahwa peluang untuk pengembangan kerja sama perbaikan komponen (part repair) dengan CFM International sangat besar kedepannya.

“Kami sudah mendiskusikan hal tersebut dengan CFM, dan kerjasama part repair ini dapat berkontribusi terhadap efisiensi mereka dan juga efisiensi bagi customer GMF,” kata Tazar.

Sementara itu, Vice President Services CFM International Alan Kelly mengatakan bahwa hal ini menandai keberlanjutan dari hubungan sudah terjalin sangat baik antara CFM International dan GMF. “Perjanjian ini akan membantu meningkatkan kemampuan perawatan engine GMF dan membawanya ke tingkat berikutnya,” Kata Alan.

Di ajang yang sama, GMF juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan AFI KLM E&M sebagai bagian dari Startegic Partnership GMF dengan MRO kenamaan Eropa ini. Dalam kesepakatan ini, GMF menjadi penyedia component maintenance bagi AFI KLM E&M dan juga menjadi preferred MRO untuk melakukan perawatan Airframe bagi customer-customer AFI KLM E&M (Air France dan KLM) untuk jenis pesawat B747-400, A330, dan B777.

AFI KLM E&M juga akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk SDM di GMF serta mengirimkan beberapa ahli pada bidang komponen, engine dan airframe selama periode kerjasama. Melalui pengembangan bersama, penggunaan kemampuan dan sumber daya, GMF dan AFI KLM E&M akan memaksimalkan efektivitas lokasi geografis masing-masing.

Executive Vice President AFI KLM E&M Anne Brachet menyampaikan bahwa GMF memiliki fasilitas MRO yang mengesankan yang berlokasi strategis di kawasan pasar Asia Pasifik yang mengalami pertumbuhan cepat. “Bagi kami, GMF adalah mitra pilihan di wilayah tersebut. Dengan pengalaman bertahun-tahun dan keahlian yang terus berkembang, kami yakin GMF akan mencapai visinya menjadi Top 10 MRO in the World. Kami ingin berdiri bersama GMF ketika GMF mencapai target tersebut,” tegasnya. (omy).

loading...