Angkasa Pura 2

Implementasikan Layanan Digital OPUS & NPK-S, Kinerja Pelabuhan Pontianak Tangani Peti Kemas Meningkat

DermagaSelasa, 25 Juni 2019
20190625_070537

PONTIANAK (BeritaTrans.com) – Setelah mengimplementasikan layanan digital berbasis OPUS dan NPK-S, kinerja Pelabuhan Pontianak dalam menangani peri kemas memperlihatkan kenaikan.

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) II cabang Pontianak siap mendukung peta jalan sebagai pengelola pelabuhan berkelas dunia dengan mengimplementasikan pelabuhan digital.

“Sesuai dengan road map korporasi untuk menjadi world class port pada 2020, Kita di IPC cabang Pontianak ini lagi mengimplementasikan pelabuhan digital sebagai pendukung efektifitas dan efesiensi pelayanan serta jasa kepelabuhanan,” ujar General Manager (GM) IPC Cabang Pontianak Adi Sugiri di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/6/2019).

Adi menjelaskan bahwa IPC Cabang Pontianak sendiri sudah mengimplementasikan yakni OPUS dan NPK-S. Untuk NPK-S diharapkan dapat menjadi pionir di jajaran IPC maupun di pelabuhan seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah yang menjadi kebanggan kami di IPC cabang pontianak adalah saat ini kami sudah bisa mendukung sistem besar yakni NPK-S yang merupakan sistem yang dibangun oleh kami sendiri dan anak perusahaan IPC di bidang IT. Hal ini berdampak luar biasa karena sistem digital ini kami yang menjadi pemrakarsa di IPC cabang pontianak,” katanya.

Sistem NPK-S merupakan sistem yang didesain untuk proses perencanaan dan pengendalian operasi di lapangan penumpukan peti kemas.

Sistem ini telah dioperasikan oleh IPC Cabang Pontianak sejak Februari tahun ini, dan setelah implementasinya tercatat kinerja penanganan peti kemas naik dari 36 box per jam menjadi 43 box per jam.

Sistem NPK-S ini juga berhasil menekan rata-rata waktu penumpukan peti kemas dari 17 hari menjadi 9 hari.

Sedangkan sistem OPUS, sudah diimplementasikan oleh IPC Cabang Pontianak sejak tahun 2015.

Sejak beberapa tahun terakhir sudah mencanangkan Pelindo II / IPC menjadi pelabuhan berbasis digital atau digital port, dimana segala sesuatu yang terkait dengan proses bisnis sudah dikonversi menjadi digital baik dalam aspek operasional, keuangan, maupun aspek-aspek lainnya.

IPC melakukan transformasi di sisi operasional yang disebut dengan radical change pola operasional dari yang sebelumnya manual menuju digital. Digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal tapi melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat.

IMG_20190625_071714

Di sisi laut, IPC menyiapkan Marine Operation System (MOS), Vessel Management System(VMS) dan Vessel Traffic System (VTS), untuk memonitor dan memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di pelabuhan tujuan.

Di sisi darat, IPC telah memiliki Terminal Operating System (TOS) dan Non Peti Kemas Terminal Operating System (NPKTOS) serta Auto Tally untuk perhitungan kontainer. Selain itu, IPC juga menyiapkan Container Freight Station (CFS), Buffer Area, DO Online, Auto Gate, Car Terminal Operating System, Reception Facility serta Truck Identification untuk mengidentifikasi pengemudi dan tujuan pengiriman barang dari seluruh armada pengangkut barang yang masuk ke pelabuhan.

Peetumbuhan

Sementara itu data yang diperlihatkan @ipctpk di Twitter, menyebur tahun 2018 volume bongkar muat yang berhasil di-handle sebesar 277.877 TEUs. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar
244.485 TEUS

Selain faktor pertumbuhan ekonomi, peningkatan ini tak terlepas dari produktivitas bongkar muat. Dari aspek
produktivitas alat yang ditargetkan menghandle 25 boks crane/ hour (BCH) dan 34 boks ship/hour (BSH),
realisasinya mencapai 27 BCH dan 40 BSH.

Produktivitas ini juga jauh melebihi yang ditetapkan Ditjen Pwehubungan Laut Kemenhub sebesar 22 BCH dan 24 BSH.

Sedangkan dari sisi peralatan, IPC TPK area Pontianak mengoperasikan 3 unit quay container crane (QCC), 2 unit
gantry jib crane, 8 unit RMGC, 1 unit Side Loader, 13 Terminal Tractor, 6 Chassis ukuran 40 feet dan 8 unit
chassis 45 feet.

(Antara/Twitter/awe).

loading...