Angkasa Pura 2

Kapal LCT Sarwaguna 5 Terbalik di Perairan Berau, Nakhoda Hilang

DermagaSelasa, 25 Juni 2019
images - 2019-06-25T000053.890

BERAU (BeritaTrans.com) – Kapal jenis landing craft tank (LCT) Sarwaguna 5, dilaporkan mengalami terbalik di Muara Pantai Berau, Kalimantan Timur, Senin (24/6/2019).

Informasi awal, kapal tersebut tengah memuat material batu pecah dan membawa tiga orang Anak Buah Kapal (ABK), ketiga ditemukan selamat. Namun nahkoda kapal, hingga berita ini dibuat, masih dalam pencarian.

“Nakhoda kapal masih dalam pencarian, tenggelamnya di Muara Berau,” kata Pelaksana Harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb, Abdurrahman kepada Tribunkaltim.co, Senin (24/6/2019).

Pihaknya masih belum dapat menyimpulkan terbaliknya kapal LCT Sarwaguna 5 yang berlayar dari Lempake menuju Gunung Tabur, Kabupaten Berau ini. Demikian pula saat ditanya Tribunkaltim.co, adakah kemungkinan karena faktor cuaca.

“Kami belum bisa menympulkan penyebabnya apa. Gelombang di laut kan relatif, suatu saat bisa tinggi, bisa juga teduh. Kami tidak bisa prediksi cuaca. Tapi regulator kami sudah memberikan gambaran kondisi cuaca yang kami bagikan setiap satu minggu sekali,” kata Abdurrahman.

Pihaknya saat ini tengah menuju lokasi terbaliknya kapal LCT tersebut untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi terbaliknya kapal.

“Kalau informasi tentang kronologisnya, kita harus menunggu anggota saya yang melakukan investigasi di lokasi. Mereka sudah meluncur pagi ini,” tandas Abdurrahman.

Sepanjang bulan Juni 2019 ini, sudah ada tiga laporan kecelakaan transportasi air. Kapal Layar Motor Sitinurhalisa dilaporkan karam di Sungai Segah Kampung Sukan pada hari Sabtu (22/6/2019) kemarin.

Lalu pada hari Senin (17/6/2019), Kapal Motor Yanti 03 asal Kabupaten Berau juga dilaporkan karam di Perairan Manubar, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur.

Kapal tersebut membawa tiga anak buah kapal dan seorang nahkoda, seluruhnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau Tekad Sumardi kepada Tribunkaltim.co memastikan, kondisi cuaca di wilayah perairan Berau dalam kondisi yang baik.

“Tidak ada gelombang dan tidak ada angin kecang. Kondisi cuaca semua masih normal. Apalagi kapal-kapal yang mengalami musibah itu, semuanya di atas 10 GT (Gross Tonage atau Bobot Mati),” ungkap Tekad Sumardi.

(jasmine/sumber: tribunnews.com).

loading...