Angkasa Pura 2

Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Gelar Food Display

DestinasiSelasa, 25 Juni 2019
food-5

IMG-20190624-WA0020

BANDUNG (beritatrans.com) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menggelar ”Food Display” di Nusantara Restoran, STP Bandung, Kamis, 13 Juni 2019. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Tata Boga ini mengangkat tema ”Healthy Food Concept Display Healthy Lifestyle, Sport Nutrition and Special Needs For Start Up Business”.

Ketua STP Bandung Faisal mengatakan “latar belakang dari tema yang diangkat kali ini adalah respon dari perubahan pola hidup masyarakat yang ingin mengonsumsi makanan sehat. Terutama kebutuhan akan menu khusus yang berkaitan dengan kondisi masalah kesehatan tertentu. Ataupun untuk menunjang performa atlet”.

“Program Studi Manajemen Tata Boga menganggap perlu untuk membekali para mahasiswa semester 5 dengan kompetensi dalam pengolahan berbagai menu tersebut. Hal ini juga menjajaki peluang potensi pasar,” ujar Faisal.

Dalam kesempatan kali ini, STP NHI Bandung bekerja sama dengan para praktisi dan para narasumber. Di antaranya dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia Cabang Jawa Barat (PDGMI Jabar) sebagai pembimbing mahasiswa dalam perumusan menu. 

“Kolaborasi lintas profesi dalam kegiatan Food Display ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan kompetensi. Terutama dalam pengolahan makanan khusus yang sesuai dengan kaidah gizi serta kualitas produksi yang optimal,” jelasnya.

Produk yang dihasilkan dibuat dengan memperhatikan pemilihan dan pengolahan bahan makanan, kandungan gizinya. Selain itu, mahasiswa sekaligus dapat menjajaki bidang wirausaha dengan juga memperhatikan rasa, penampilan, dan kemasan produk yang disesuaikan dengan target market sehingga layak jual.  

Adapun pemilihan tema atau menu yang diangkat oleh setiap kelompok mahasiswa sesuai dengan kondisi perkembangan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Yaitu Healthy Food for Healthy Lifestyl, Healthy Food for Diabetic Patients, dan Healthy Food for Runner Athletes.

Kemudian ada Healthy Food for Swimmer Athletes, Healthy Food for Cardiovascular Health, Healthy Food for Children with Autism, Healthy Food for Hypertension, dan  Healthy Food for Kidney Insufficiency.

Kegiatan ini diharapkan menjadi terobosan bagi bidang industri makanan. Dengan mengedepankan konsep yang berbeda, berkualitas serta didukung dengan sinergi lintas profesi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemilihan juri dalam kegiatan ini dilakukan berdasarkan latar belakang berbagai profesi. Yaitu dari praktisi kuliner Executive Chef dari Hilton Hotel Bandung Tony Eka Saputra, dari aspek kelayakan bisnis diwakili oleh GM dari Ngopie Doloe Indonesia Agus Yazi Widjaya, dan perwakilan dari PDGMI Jabar Victor Larry Edward Tumalun.

PDGMI Jabar menyambut baik kegiatan Food Display ini. Karena seringkali kegiatan makan sehat atau makanan orang dengan gangguan kesehatan maupun atlet identik dengan rasa dan tampilan yang belum optimal. 

“Kegiatan ini adalah langkah dalam menciptakan produk makanan penunjang terapi masyarakat dengan masalah kesehatan. Maupun atlet yang mempunyai kandungan gizi sesuai target, penampilan baik, rasa yang enak dan terjangkau,” ujar Victor.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kegiatan ini tentu akan lebih mendekatkan aplikasi ilmu gizi ke masyarakat. Sekaligus menjadi media edukasi tentang gizi individual yang lebih tepat. 

“Hasil dari Food Display dengan sinergi lintas profesi ini diharapkan dapat diterima masyarakat dan terus berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi produk yang semakin baik kualitas, harga dan ketersediaannya, sehingga menunjang kebutuhan dan terapi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Giri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, optimistis destinasi gastronomi (tata boga), termasuk healthy food akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan asing (wisman).

“Karena 40% wisnus mengeluarkan uangnya untuk kuliner. Dari data Badan Ekonomi Kreatif, kuliner menjadi kontributor terbesar dengan 42% dari total 16 sektor ekonomi kreatif,” ujar Menpar Arief Yahya.(Alma)

loading...