Angkasa Pura 2

Beli 8 Kapal Tanker, Buana Lintas Lautan Siapkan Rp1,5 Triliun

Dermaga Ekonomi & BisnisJumat, 28 Juni 2019
14Ori

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebanyak delapan kapal baru ditargetkan menambah jajaran armada PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL). Untuk pengadaannya, maskapai pelayaran tersebut menganggarkan belanja modal Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun pada tahun 2019 ini.

Direktur Utama BULL Wong Kevin mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana belanja modal untuk menambah armada baru.

Sebagai informasi, jelang semester I ini berakhir, BULL telah membeli empat buah armada tambahan kapal secondhand. Keempat tambahan armada itu merupakan tanker minyak sesuai dengan prioritas pengangkutan yang dilakukan oleh BULL.

Keempat kapal itu adalah Explorindo I dengan DWT 35.751 ton, Petrosamudra dengan kapasitas DWT 37.329 ton, Petrogaruda dengan kapasitas DWT 112.045 ton, dan Bull Damai I dengan kapasitas DWT 111.928 ton.

Kevin menyebutkan, pihaknya akan masih akan menambah armada baru. Di awal semester kedua nanti, BULL akan mendatangkan empat armada tambahan.

“Dengan penambahan delapan kapal baru akan menambah kapasitas total pengangkutan kapal kami 70% hingga 80% lebih tinggi dari yang ada,” ujar Kevin.

Ketika ditanya alasan mengapa BULL lebih memilih membeli kapal bekas, Kevin menyebut hal itu dilakukan untuk menjaga keuangan perusahaan.

“Kalau beli kapal baru itu tidak bisa langsung jadi, tapi kami harus tunggu sekitar 2 tahun. Belum kalau terlambat. Tentu akan memengaruhi cash flow,” ujar Kevin. Kevin menyebut dengan membeli kapal bekas, pihaknya bisa mengurangi capital risk 70% hingga 80%.

16Ori

Hingga saat ini, BULL telah mengoperasikan 21 armada kapal. Rinciannya, 16 kapal minyak dengan kapasitas 1,01 juta DWT, tiga kapal gas dengan kapasitas 65.850 DWT, satu kapal FPSO dengan kapasitas 59.216 DWT, dan satu kapal kimia dengan total 5.878 DWT.

Dari semua armada itu, dia mengutarakan total kapasitas komoditas yang bisa diangkut oleh BULL sebesar 1,14 juta DWT dengan usia rata-rata kapal 18 tahun.

Kevin menyebut meski investasi kapal BULL lebih banyak pada kapal bekas, namun hal itu tidak mengurangi faktor keamanan kapal. “Rata-rata usia kapal industri di Indonesia itu 22 tahun. Kapal kami masih punya usia panjang,” tandas Kevin.

Untuk pendanaan pembelian kapal, Kevin menyebut pihaknya akan memanfaatkan beberapa instrumen. Terbaru, BULL menggelar aksi rights issue dengan target dana yang bisa diraih sebesar Rp 667,99 miliar. “Selain rights issue, kami akan juga manfaatkan kas internal dan pinjaman bank,” ujar Kevin.

Pendapatan Tahun 2018

Sebelumnya Buana Lintas Lautan mengungkapkan sepanjang tahun lalu mencatatkan peningkatan kinerja baik topline maupun bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin (1/4), BULL mencatat pendapatan sebesar US$ 85,43 juta atau naik 31,25% ketimbang capaian tahun sebelumnya US$ 65,09 juta.

Seluruh pendapatan berasal dari pihak ketiga dengan pendapatan yang berasal dari kapal yang dimiliki sebesar US$ 84,37 juta atau naik 31,64% ketimbang tahun sebelumnya US$ 64,09 juta dan sub-contract sebesar RP 1,06 juta atau naik 6,5% dari sebelumnya US$ 1 juta.

Beban langsung tercatat juga meningkat menjadi US$ 51,84 juta, laba kotor US$ 33,58 juta dan laba tahun berlajan naik 32,63% dari US$ 11,2 juta menjadi US$ 14,86 juta, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 13,51 juta atau naik 58,15% dari sebelumnya US$ 8,54 juta.

Sampai akhir tahun lalu, jumlah aset BULL juga mengalami peningkatan 6,08% dari US$ 311,06 juta pada akhir tahun 2017 menjadi US$ 329,98 juta.

Total aset lancar mengalami kenaikan US$ 25,96 juta sedangkan total aset tidak lancar mengalami penurunan US$ 7,05 juta.

(via/sumber: kontan.co.id).

loading...