Angkasa Pura 2

Lagi, Kapal Angkut BBM Ilegal Ditangkap di Perairan Papua Barat

DermagaJumat, 28 Juni 2019
3147057047

TELUK BINTUNI (BeritaTrans.com) – Kapal pengangkut BBM ilegal kembali ditangkap di periaean Papua Barat.
Paling anyar terjadi di Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (26/6/2019) pukul 18.30 WIT.

Kapal bernama KM Jolor tersebut mengangkut BBM jenis solar sebanyak 3.000 liter di drum dan jeriken. Namun, pengangkutannya tidak dilengkapi dokumen terkait asal usul BBM dimaksud.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Y Krey saat dikonfirmasi, Kamis (27/6/2019) siang, mengungkapkan hasil interogasi nakhoda kapal, Mustamin, BBM tersebut berasal dari 5 unit boat milik LNG Tangguh, yang dibeli di seputaran muara Bintuni

“Jadi, keterangan saksi masih ada 2 unit boat LNG Tangguh yang ada di luar untuk menampung BBM tersebut,” ungkap Mathias.

Mathias menerangkan, BBM solar ini dibeli dengan harga Rp 5.000/liter dan akan dibawa ke Kota Bintuni untuk dijual lagi kepada haji Siga dengan harga Rp 6.000/liter.

Barang bukti yang diamankan 1 unit kapal johor, 6 drum warna biru berisi minyak solar dengan kapasitas 200 liter, 70 jeriken berisi minyak solar dengan kapasitas 35 liter/jeriken.

“Setelah melengkapi administrasi lidik dan sidik, selanjutnya kasus ini akan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Bintuni untuk ditindaklanjuti,” ujar Mathias.

KM Nayla

Sebelummya Kepolisian Resort Kaimana, mengamankan kapal kayu KM Nayla Indah yang mengangkut Bahan Bakar Minyak ( BBM) diduga ilegal, Selasa (25/6/2019) siang.

Kapal ukuran GT 18, tersebut mengangkut BBM jenis solar sebanyak 8.000 Liter. Namun dalam pengangkutannya tidak disertai transportir atau izin angkut dari pejabat yang berwenang.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Herry Rudolf Nahak melalui Kabid Humas, AKBP Mathias Y Krey, membenarkan penangkapan tersebut.

“Saat digeledah oleh tim bersama Tipidter Polres Kaimana, ditemukan dua profil tank warna biru, masing-masing berisi solar 5.000 liter dan 3.000 liter,” ungkap Mathias, saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Mathias mengaku, penangkapan ini juga mengacu pada tindak pidana menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak disubsidi pemerintah.

“Hasil pemeriksaan dari pemilik kapal sekaligus sebagai nahkoda Abdullah, BBM ini milik PT Bersama Papua Unggul, yang dibeli dari PT Pertamina TBBM Kaimana,” jelasnya.

BBM tersebut rencananya akan dibawa ke Kampung Wetuf, Distrik Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana, untuk keperluan pekerjaan proyek milik PT Bersama Papua Unggul.

“Selain pemeriksaan kepada nahkoda kapal, polisi juga telah memeriksa KSOP Kaimana, Jefri Margo Mawar dan Ishak,” ujarnya.

KM Jaya Samudera

Sebelumnya Polisi Air (Polair) Polda Papua Barat, menangkap kapal pengakut BBM ilegal, KM Jaya Samudera di Perairan Selat Sele, di sebelah Utara Tanjung Kamyolo, Sorong, Papua Barat, Rabu (8/5/2019).

Sebanyak 12.000 liter BBM jenis High Speed Diesel (HSD) berhasil disita petugas, karena pengangkutannya tidak dilengkapi dokumen yang sah.

“Kapal dari Sorong ke Kais (Sorong Selatan). Setelah diperiksa tidak memiliki dokumen atau bodong, termasuk Nahkoda tidak memiliki Surat Keterangan Kecakapan (SKK),” jelas Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey, Kamis (9/5/2019).

Berdasarkan pengakuan Nahkoda, kapal berbendera Indonesia ini, merupakan bantuan dari Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan yang diperuntukkan bagi nelayan.