Angkasa Pura 2

Sillo Maritime Perdana Siapkan 15 Juta Dolar untuk Beli Kapal Baru

DermagaFriday, 28 June 2019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) mengalokasikan belanja modal sekitar USD10 hingga USD15 juta. Dana sebesar itu untuk menambah kapal baru.

Presiden Direktur Sillo Maritime Perdana Herjati, mengatakan, pertumbuhan perseroan dalam tiga tahun terakhir sangat pesat. Oleh karenanya di tahun 2019, perseroan hanya mencadangkan belanja modal sekitar USD10-15 juta untuk pembelanjaan kapal yang berasal dari kas internal.

“Apabila perseroan mengalami kekurangan dana, maka akan menggunakan pinjaman perbankan,”ujarnya dikutip dari Harian Neraca, Jumat (28/6/2019).

Adapun komposisi pinjaman bank biasanya 80% dan perseroan telah mendapatkan komitmen dari Bank Mandiri dan Bank BNI. Namun besaran nilainya belum bisa disebutkan karena tergantung kapal yang akan dibeli.

Dia menuturkan, semua pembelian kapal itu tergantung dengan tender-tender yang akan dimenangkan. Tahun lalu, perseroan telah menambah dua unit armada yakni kapal FSO dan LPG.

Untuk tahun ini, kata Herjati, pihaknya memilih untuk konsolidasi terlebih dahulu. Perseroan berupaya untuk memenangkan tender setelah itu baru membeli kapal, sehingga jenis kapal yang akan dibeli pun belum bisa ditentukan. Meski begitu, perseroan optimistis proyeksi tahun ini bisa tercapai.

Hingga saat ini serapan belanja modal telah digunakan untuk membeli kapal tug boat sekitar USD2,5 juta. Selain itu, pada tahun ini perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 23,63% menjadi USD83,39 juta dan laba neto naik 27,81% menjadi USD 18,48 juta .

Kemudian posisi liabilitas diharapkan turun 16,10% menjadi USD114,55. Herjati menjelaskan bahwa posisi liabilitas tahun ini turun karena perseroan akan melakukan pembayaran utang kepada pihak perbankan sekitar USD22 juta.

“Tahun ini, kita mencoba mempertahankan kontrak yang ada dan diharapkan pendapatan bisa tumbuh 24%. Kontrak baru ada yang kita kejar tapi belum bisa disclose. Tapi kontrak yang sudah jatuh tempo kita perpanjang. Untuk kontrak jatuh tempo ada 4-5 kapal kecil dan diperpanjang 2-3 tahun. Nilai kontrak paling besar berasal dari 4 FSO dan 1 CST. Itu kapal storage dan memiliki jangka waktu 5 tahun,” jelas dia.

Hingga kuartal I-2019, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 64,73% atau sebesar USD20,69 juta, dibandingkan periode sama tahun 2018. Dari segi laba bersih, perseroan membukukan kenaikan 50,64% atau sebesar USD4,70 juta, dibandingkan periode 31 Maret 2018.

Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Sillo Maritime Perdana Tbk sepakat membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2018 kepada pemegang saham senilai Rp 15 per saham. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp 40,80 miliar.

Pada tahun 2018, SHIP mencatatkan laba bersih USD10,09 juta atau setara Rp 142,22 miliar (1 USD = Rp 14.100). Direktur Keuangan PT Sillo Maritime Perdana Tbk, Hans Raymond mengatakan, pada tahun 2018, SILO membukukan pendapatan sebesar USD67,43 juta, naik 43,57% dari tahun sebelumnya yang sebesar USD46,98 juta.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan pendapatan Sillo Maritime pada tahun 2018 adalah memuaskannya kinerja segmen jasa pelayaran dan keagenan.

(bila/foto: wartaekonomi.co.id).