Angkasa Pura 2

Soal Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Akan Tagih Janji Maskapai

KokpitSabtu, 29 Juni 2019
images (3)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah segera menagih janji penurunan harga tiket pesawat pekan depan. Sebelumnya, otoritas telah meminta seluruh maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) untuk menyampaikan usulan tarif pesawat murah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan usulan yang dimaksud meliputi rute dan besaran tarif yang dapat diturunkan.

“Tunggu saja Senin (1/7), kalau tidak (turun) ya kami tagih,” ujar Darmin di kantornya.

Menurut Darmin, pemerintah akan mengawasi kepatuhan maskapai dalam mematuhi kesepakatan tersebut.

“Jika tidak (turun), artinya dia (maskapai) tidak tepat janji,” ujarnya.

Selain itu, Darmin juga menyebut rancangan peraturan pemerintah terkait komponen biaya operasional telah rampung. Komponen biaya operasional itu masih memiliki peluang untuk dipangkas.

Insentif akan diberikan dalam bentuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa sewa pesawat yang datang dari luar negeri.

“Rilisnya tunggu diundangkan kapan. Kan setelah diteken masih harus ada pengundangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan maskapai Lion Air sudah melakukan penurunan harga tiket pesawat, meski hanya melalui program promosi. Lebih lanjut dia enggan merinci besaran penurunan harga tersebut.

Sementara itu, AirAsia Indonesia mengklaim bahwa harga jual tiketnya sudah murah. Kondisi tersebut membuat maskapai kesulitan untuk menekan harganya lebih rendah lagi.

“Kami tidak usah turunkan pun, harga kami selama ini selalu yang paling terjangkau. Kami rasa mungkin imbauannya itu bukan ke kami. Kami sudah murah kok,” kata Direktur Utama Air Asia Dendy Kurniawan. (dan/cnnindonesia.com)

loading...