Angkasa Pura 2

Dirjen Hubdat: Aturan Tarif Ojek Online akan Diberlakukan di 20 Kota

KoridorSenin, 1 Juli 2019
ucxz5sbdulql5cnycxoy

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi mengemukakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan akan memberlakukan aturan tarif ojek online (ojol) di 20 kota terlebih dahulu.

Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub/PM) No 12 Tahun 2019 dan aturan turunannya yakni Keputusan Menteri (Kepmen/KM) No 348 Tahun 2019 yang secara spesifik mengatur tarif.

“Sejak Mei lalu, kita berlakukan di 5 kota besar, akan kami perluas lagi menjadi 20 kota besar sampai mungkin kapan kita akan berlakukan semuanya, jadi bertahap,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Dalam penerapannya, operator ojek online Gojek akan menerapkan aturan tarif per kota, sedangkan Grab akan menerapkan aturan tarif per provinsi.

“Katakanlah Jawa Tengah, berarti kota-kota di dalamnya masuk. Jadi kalau usulan dari Grab itu cukup banyak kota-kota yang diterapkan. Tapi kalau Gojek, usulannya per kota. Ada dalam tiap provinsi kota kota tertentu saja,” ungkapnya.

Budi menambahkan, sejauh ini ojek online sudah beroperasi di 222 kota di Indonesia. Dengan kondisi itu, Kemenhub punya kepentingan dalam aspek pengawasan.

“Jadi supaya kita memudahkan pengawasan akhirnya kita menentukan kota saja. Jadi kota mana saja yang mau kita pilih untuk diberlakukan,” tandasnya.

Sayangnya, Budi masih enggan membocorkan 20 kota mana saja yang dipilih. Dia masih menunggu restu dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, termasuk mengenai tanggal pasti penerapannya.

Dari 20 kota tersebut, tidak terbatas pada kota yang terletak di Pulau Jawa saja. Dia menegaskan, masing-masing zona yang termaktub dalam regulasi bakal mendapat jatah kota yang diterapkan.

“Pokoknya zona 1 zona 2 zona 3 harus terwakili,” tutupnya.

Budi Setiyadi juga menuturkan keputusan ini merupakan kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Lebih lanjut, keputusan implementasi bertahap dipilih karena mempertimbangkan jumlah ojek online yang lebih tinggi daripada taksi online.

(omy).

loading...