Angkasa Pura 2

Tilang Elektronik Diberlakukan di Jakarta Mulai Hari Ini, Kamera Rekam Pengemudi Mainkan Hape & Tak Pakai Sabuk Keselamatan

KoridorSenin, 1 Juli 2019
images - 2019-07-01T053509.702

JAKARTA (BeritaTrana.com) – Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan dilengkapi fitur tambahan resmi diberlakukan mulai Senin (1/7/2019) hari ini di DKI Jakarta. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan kamera supercanggih untuk menerapkan ETLE tersebut.

Kamera yang terpasang di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin ini menggunakan teknologi mutakhir karena memiliki empat fitur tambahan, yakni dapat mendeteksi pengemudi dalam mobil sehingga dapat mengetahui penggunaan ponsel dan pemakaian sabuk pengaman.

”Kamera ini dapat menembus langsung ke dalam kendaraan dan merekam aktivitas si pengemudi. Apabila pengendara melakukan pelanggaran, seperti bermain ponsel sambil berkendara, serta tidak mengenakan sabuk pengaman (safety belt), langsung terekam,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, Minggu (30/6/2019).

Dia menjelaskan, dua fitur lainnya yaitu kamera bisa mendeteksi nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. Fitur ini lebih komplet dari sebelumnya yang merekam pelanggaran rambu, marka jalan, dan traffic light.

Menurut Yusuf, kamera ETLE yang telah terpasang di sejumlah ruas jalan di Jakarta ini cukup mumpuni. Kamera di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, misalnya, bisa melacak dengan sendiri pelaku pelanggaran.

ETLE dikenalkan kepada publik pada 1 November 2018 silam. Selama masa uji coba dilakukan sejumlah pembenahan seperti misalnya fitur pengaduan. Saat pertama dikenalkan, ratusan kendaraan tertangkap melakukan pelanggaran.

jakarta-harus-belajar-dari-kegagalan-surabaya_c_247006

Berbeda dengan awal penerapan yang dipenuhi sosialisasi, penindakan ETLE hari ini tidak disertai sosialisasi lagi. Yusuf menyakini, saat ini masyarakat sudah memahami kondisi dan penempatan ETLE, termasuk sistem pembayaran. Terlebih saat ini Ditlantas Polda Metro Jaya telah memperkuat sistem perekaman dan pelaporan.

Dia menjelaskan, puluhan petugas akan bekerja selama tiga shift selama 24 jam. Rekaman pelanggaran akan masuk dalam server yang berada di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya. Selanjutnya sistem mengirimkan bukti pelanggaran ke nomor ponsel dan alamat sesuai registrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Selain itu, pengiriman surat konfirmasi dan foto bukti pelanggaran juga akan dilakukan ke alamat pemilik melalui PT Pos atau surat elektronik. Proses ini akan berlangsung selama tiga hari setelah terjadinya pelanggaran.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi Android ETLE-PMJ.

“Pemilik kendaraan dapat mengirimkan blanko konfirm itu ke Posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi,” kata Yusuf.

Setelah itu pemilik wajib mengklarifikasi siapa pengendara yang waktu itu melanggar. Pembayaran bisa dilakukan selama 7 hari untuk membayar denda tilang melalui bank atau mengikuti proses persidangan. Bila tak mengikuti maka STNK kendaraan yang melanggar akan diblokir.

(omy/sumber: inews.id/foto utama: kompas.com).

loading...