Angkasa Pura 2

Tarif Pesawat LCC Didiskon 50% Setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 10-14.00

KokpitSelasa, 2 Juli 2019
6220199024

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Bidang Perekonomian memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat jenis LCC (Low Cost Carier). Tiket yang akan turun untuk penerbangan domestik dengan jadwal tertentu.

Sebagai tambahan, tiket murah tersebut ternyata hanya tersedia di luar jam sibuk atau ‘low hours’.

“Terkait pilihan hari dan jam, yang penting bagi kita, pemerintah tetap menyediakan penerbangan murah. Istilahnya di low hours (di luar jam sibuk,” kata sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono di Jakarta, Senin (1/7/2019).

“Pemilihan hari dipilih karena jumlah flight yang tidak terlalu tinggi dibanding yang lainnya.”

Tiket yang turun adalah untuk LCC domestik di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Adapun penurunannya mencapai 50%. “Penerbangannya antara pukul 10.00-14.00 WIB di masing-masing bandara,” katanya di Jakarta, Senin (1/7/2019).

‘Walaupun Berat, Harga Tiket Pesawat Tetap Diturunkan’
Menurut Susiwijono, menurunkan tarif tiket pesawat saat ini tidak mudah. Cukup berat.

“Memang tidak mudah, dari Garuda, Lion, menyampaikan dari struktur biaya cukup berat demikian juga Dirut Angkasa Pura I dan II. Sesuai pekan lalu komitmen kami tetap (turunkan harga tiket),” kata Susiwijono.

Lion dan Citilink

Sebelumnya Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan mengikuti keputusan yang dikeluarkan pemerintah terkait penurunan harga tiket pesawat.

“Terkait keputusan pemerintah, Lion Air akan mengikuti keputusan regulator. Saat ini dalam tahap persiapan segala sesuatunya. Kemungkinan dalam waktu dekat ini,” ujarnya, Minggu (23/6).

Lion Air sudah menurunkan harga tiket yang berlaku pada waktu atau jam-jam dan kondisi tertentu dengan mengikuti syarat dan ketentuan.

“Untuk awal kami sudah memberikan potongan harga untuk sejumlah rute, Balikpapan tujuan Surabaya mulai Rp 670 ribu,” bebernya.

Sales Representative Citilink Balikpapan Chandra Wahyudi mengatakan, pihaknya masih mengkaji kebijakan penurunan harga tiket pesawat.

Penurunan tarif perlu pertimbangan karena banyak komponen yang dihitung dan tidak bisa asal saja menetapkan.

“Dari awal tahun hingga saat ini sebenarnya kami sudah melakukan penyesuaian harga. Namun, jika dibanding tahun lalu, belum signifikan. Kalau harga turun kami optimistis penumpang bisa kembali memilih menggunakan pesawat terbang,” jelasnya.

Dia menyebutkan, load factor saat ini sekitar 60-70 persen untuk semua rute keberangkatan dari Balikpapan dan Samarinda.

General Manager Angkasa Pura I Balikpapan Farid Indra Nugraha menuturkan, mahalnya harga tiket pesawat terbang cukup berdampak kepada penurunan penumpang baik di Balikpapan dan Samarinda.

“Total keseluruhan dua bandara, yakni Samarinda dan Balikpapan penurunannya mencapai 17 persen dibanding tahun lalu. Untuk Balikpapan saja sekitar 30 persen,” sebutnya.

Dia menambahkan, sejauh ini yang sudah menurunkan harga baru Lion Air tujuan Balikpapan-Surabaya.

Farid mengatakan, load factor rute itu lumayan tinggi, yakni sekitar 80 persen. Namun, dia tidak menutupi ada beberapa jadwal keberangkatan tidak diaktifkan untuk rute itu.

Farid membeberkan, ada 16 flight dari Balikpapan yang dinonaktifkan. Paling banyak ke Jakarta ada 5 flight, Surabaya sekitar 4 flight.

“Dengan adanya penurunan tarif, saya harap bisa kembali membuka flight yang dinonaktifkan tersebut. Paling tidak ada demands, maskapai bisa kembali membuka,” tuturnya.

loading...