Angkasa Pura 2

YLKI: Di Banyak Negara Tidak Ada PPN Tiket dan Avtur

KokpitRabu, 3 Juli 2019
62201984729

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyoroti kebijakan dadakan yang dikeluarkan pemerintah terkait penurunan tiket pesawat kategori Low Cost Carier (LCC).

Menurutnya, upaya pemerintah menurunkan tiket pesawat LCC atau pesawat berbiaya rendah lantaran tidak adanya sejumlah fasilitas itu sangat dipahami sebagai bentuk langkah pemasaran.

Sebab, penurunan tiket tidak diberlakukan secara penuh, tetapi hanya ditetapkan pada waktu tertentu saja.

Turunnya tiket tersebut hanyalah gimic marketing saja, alias tipuan pada konsumen.

Sebab, turunnya tiket hanya pada jam dan hari non-peak session (tidak padat).
Tanpa diminta pun pihak maskapai akan menurunkan tarif tiketnya pada jam dan hari non peak session tersebut.

“Jadi turunnya tiket pesawat hanya kamuflase saja,” ungkapnya dalam siaran tertulis pada Rabu (3/7/2019).

Dirinya pun mengusulkan kepada pemerintah untuk menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket sebesar 10 persen dan PPN avtur sebesar 10 persen.

Kedua komponen tersebut katanya dapat menurunkan besaran tarif tiket pesawat secara signifikan.

“Di banyak negara tidak ada PPN tiket dan avtur, jadi pemerintah harus bersikap fair, jangan hanya maskapai saja yang diinjak agar tarifnya turun, tetapi pemerintah tidak mau ‘bagi bagi beban’ alias mau menang sendiri,” ungkap Tulus Abadi.

Selain itu, kebijakan pemerintah untuk menurunkan tiket pesawat ditegaskannya menyalahi regulasi soal Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB), sehingga bisa menjadi kebijakan kontraproduktif.

“Yakni sisi keberlanjutan finansial maskapai udara yang menjadi taruhannya dan endingnya konsumen justru akan dirugikan,” imbuhnya.

(jasmine/sumber: tribunnews.com).

loading...