Angkasa Pura 2

10 Kamera E-TLE Rekam 217 Pengendara Mobil Melanggar di Jalan Sudirman-Thamrin

Aksi Polisi KoridorMinggu, 7 Juli 2019
images (3)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membeberkan hasil penindakan hari kelima pemakaian 10 kamera canggih tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

Tercatat masih ada 217 pengendara roda empat yang melakukan pelanggaran di Jalan Sudirman-Thamein, Jakarta.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi M Nasir mengatakan, kamera di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang Ratu Plaza merekam banyak pengendara melanggar di sana. Sebanyak 48 pengendara terekam melakukan pelanggaran di sana.

“Kamera di kawasan Jalan Layang Non Tol Semanggi mendapati di sana hanya ada empat pengendara yang melakukan pelanggaran pada hari kelima di sana,” kata Nasir di Markas Polda Metro Jaya, Sabtu 6 Juli 2019.

Dia pun merinci jenis pelanggaran terbanyak yang dilakukan pengendara. Tercatat pengendara banyak tidak pakai sabuk pengamanan adalah jenis pelanggaran terbanyak.

“Ada 99 pengendara tercatat tidak pakai sabuk pengaman,” ucapnya.

Di hari kelima ini pihaknya tak mendapati adanya pengendara yang mengemudi sambil memainkan telepon genggamnya. Lebih lanjut Nasir meminta kiranya para pengendara bisa terus bijak dalam mengemudi agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Konfirmasi

Para pengendara roda empat yang terkena tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) bisa membayar dengan mudah, tanpa perlu datang memberikan klarifikasi ke Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

Caranya, mereka hanya perlu memindai barcode yang ada dalam surat yang mereka terima. Dengan memindai barcode, mereka tak perlu lagi mengonfirmasi ke polisi secara manual dengan datang ke Polda Metro Jaya.

“Ini kan dapat kiriman surat konfirmasi, bisa diisi manual dikirim lagi ke sini (Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya) atau dijawab melalui web. Kalau (barcode) discan (nanti akan) masuk di web,” kata Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Arif Fazlurrahman saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 6 Juli 2019.

Setelah itu, lanjut dia, web akan menunjukkan kapan dan dimana pengendara kedapatan melanggar. Kemudian si pelanggar harus mengisi data.

“Kalau menjawab dan mengakui (melakukan pelanggaran), nanti alamat email dan telepon (pengendara) dikirim alamat BRI virtual account (untuk melakukan pembayaran),” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pembayaran hanya bisa dilakukan lewat BRI saja. Walau cara pindai barcode ini sudah diterapkan, kebanyakan pelanggar masih memilih cara manual. “Masih (lebih banyak yang) manual,” katanya.

Kurangi jumlah polantas

Program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik diharapkan bisa mengurangi jumlah polisi lalu lintas di jalan. Kepolisian ingin menghilangkan image polantas suka melakukan penilangan.

“Kita mendapat image polisi tukang tilang. Kita berharap meningkatkan kesadaran masyarakat karena merasa awalnya diawasi, terus timbul kesadaran, perubahan budaya dan perilaku,” kata Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Arif Fazlurrahman saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 6 Juli 2019.

Sejauh ini, baru kawasan Sudirman-Thamrin yang menerapkan program ini. Diharapkan polantas di jalan itu tidak perlu lagi fokus ke penindakan di sana. Namun, hanya untuk melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas ketika ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya pengaturan jalur VIP dan VVIP.

“Tidak lagi dia razia di jalan, diberhentikan satu per satu. Harapannya tidak seperti itu karena salah satu wibawa Kota Jakarta, keberadaan anggota Polri di lapangan tidak hanya melakukan penindakan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Arif, belum ada pengurangan polantas di kawasan Sudirman-Thamrin. Namun, ke depan hal itu akan dilakukan berdasarkan evaluasi.

“Nanti kita evaluasi, apakah ada kekurangan, jumlah pelanggaran. Keberadaan anggota di lapangan tidak serta merta mencari-cari kesalahan,” ujarnya.

E-TLE sendiri sebenarnya sudah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Namun, kamera pada penerapan E-TLE sebelumnya hanya dilengkapi fitur pelanggaran rambu, marka jalan, dan traffic light. (viva).

loading...