Angkasa Pura 2

Pelabuhan Berlian Manyar Sejahtera Gresik Targetkan Bongkar Muat 5,42 Juta Ton Tahun 2022

Dermaga Ekonomi & BisnisMinggu, 7 Juli 2019
bongkar-muat-curah-kering-tertinggi-di-pelabuhan-bms--qqw

SURABAYA – Pelabuhan Berlian Manyar Sejahtera (BMS) sejak beroperasi tahun 2016 hingga saat ini masih mengalami fluktuasi volume bongkar muat.

Tahun 2016, bongkar muat pelabuhan yang menjadi bagian dari Java Integrated Industiral and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik, itu sebanyak 438.343 ton. Kemudian pada tahun 2017 naik menjadi 1,30 juta. Namun tahun 2018 merosot menjadi 1,05 juta ton.

Direktur Utama PT BMS Daru Julianto Wicaksono mengatakan, berdasarkan asal barang, masih didominasi kapal berbendera asing yang membawa barang barang impor terutama curah kering.

Kinerja pelayanan barang baik dalam maupun luar negeri khususnya curah kering dalam satuan T/S/D (Ton/Ship/Day) selama kurun waktu tiga tahun beroperasi mengalami peningkatan.

“Selama beroperasi sekitar 3 tahun trafik arus barang, kinerja dan pelayanan usaha bongkar muat barang (stevedoring) Pelabuhan BMS mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” kata dia, Kamis (4/7/2019).

Performa curah kering dalam satuan T/S/D, kata dia, tertinggi di 2018 dengan total 6.096 ton. Kenaikan ini disebabkan kenaikan bongkar muat Fertilizer sebanyak 444.435 ton dan Gandum sebesar 1,25 juta ton selama 3 tahun terakhir. Dari segi okupansi dermaga (BOR), rata-rata mencapai 54,7%. Terhitung tahun 2016 hingga 2018 sebesar 56%.

Mengacu pada standard United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), keterisian dermaga curah kering jika mencapai 60% dianjurkan membangun tambahan dermaga. Ini agar dapat menjaga performa secara stabil.

“Dengan kapasitas eksisting produksi sandar kapal mencapai 1,62 juta ton pertahun dan ketersedian fasilitas 2 tambatan, crane kapal serta grabe-hopper di tahun 2019 tak heran jika direncakanan tahun 2022 akan ada penambahan fasilitas,” kata dia.

Selain fasilitas, juga penambahan alat berupa 4 unit Railed Mobile Portal Crane (RMPC) dan penambahan 2 tambatan. Maka diperkirakan kapasitas okupansi menjadi 5,42 juta ton pada tahun 2022.

Dengan adanya realisasi ekspansi dermaga ini, dapat memperlancar arus logistik nasional seperti yang dicanangkan oleh PT Pelindo III. “Keberadaan pelabuhan merupakan bagian terpenting dari konektivitas arus barang di wilayah Indonesia,” kata Daru.

Diketahui, PT BMS merupakan perusahaan Join Venture antara PT Berlian Jasa Terminal (BJTI) dengan kepemilikan saham 60% dan PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN) 40%. Pelabuhan yang ada di Selat Madura ini memiliki kedalaman -15 Low Water Spring (LWS) tanpa dredging, atau yang terdalam di Jatim.

(qomar/sumber dan foto: sindonews.com).

loading...