Angkasa Pura 2

Kamis, Tarif Separuh TBA Maskapai LCC Mulai Berlaku

Another News Bandara KokpitSenin, 8 Juli 2019
IMG-20190708-WA0059

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kamis mendatang tarif separuh harga dari Tarif Batas Atas (TBA) maskapai berbiaya hemat (low cost carrier) mulai diterapkan hingga Desember 2019.

Penerapan tersebut nantinya berlaku pada Selasa, Kamis, dan Sabtu untuk terbang pukul 10.00 hingga 14.00 dengan pesawat jet.

Untuknya Pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi lanjutan mengenai upaya penurunan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat bersama sejumlah pihak terkait.

Ini merupakan tindak lanjut rapat 1 Juli 2019, ketika pemerintah dan maskapai sepakat menentukan besaran penurunan harga tiket pesawat Low Cost Carrier (LCC) sebesar 50 persen dari tarif batas atas pada hari dan jam tertentu.

“Penerbangan murah disediakan oleh pemerintah untuk jadwal keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00 s.d. 14.00 untuk penerbangan LCC domestik tipe pesawat jet, dengan memberikan penurunan tarif 50% dari TBA LCC, untuk alokasi seat 30% dari total kapasitas pesawat,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Kebijakan yang ditetapkan pemerintah guna menyediakan penerbangan murah LCC domestik jadwal tertentu. Cek di sini.

1. Jadwal Flight:

a. Untuk Citilink sejumlah 62 flight per hari (selasa, kamis, dan sabtu) dengan total saat ini 3.348 seat.

b. Untuk Lion Air Group sejumlah 146 flight per hari (selasa, kamis, dan sabtu) dengan total saat ini 8.278 seat.

2. Kebijakan ini akan mulai efektif pada hari kamis 11 Juli 2019

3. Rute penerbangan yang ditetapkan sebagai penerbangan murah ini akan mengikuti mekanisme izin rute dari Dirjen Perhubungan udara

4. Pengawasan atas kebijakan ini akan dilaksanakan oleh Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan

5. Untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini akan dilakukan rapat pengawasan dan monitoring secara periodik.

“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat,” tutur Susiwijono.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti menambahkan, sesuai dengan sesuai dengan tuhas pokok dan fungsinya, tentunya kami akan melakukan pengawasan terhadap kebijakan terbaru ini.

“Kami tentunya akan melakukan pengawasan, dan bersama-sama dengan Kementerian BUMN dan Kemenko Perekonomian,” kata Polana. (omy)

loading...