Angkasa Pura 2

1.334 Pelanggaran Lalu Lintas Terekam Kamera ETLE, Didominasi Tak Paki Sabuk Pengaman & Langgar Ganjil Genap

Aksi Polisi KoridorSelasa, 9 Juli 2019
IMG_20190709_063429

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebanyak 1.334 pelanggaran yang terekam kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ELTE) dalam sepekan terakhir sejak diberlakukan di Jakarta.

Pelanggaran,TMC Polda Metro Jaya mencatat didominasi oleh tak digunakannya sabuk pengaman dan pelanggaran ketentuan ganjil genap.

“Sudah tercatat ada 1.134 pelanggaran selama 7 Hari ETLE dengan fitur tambahan, yang didominasi pelanggaran sabuk pengaman dan pelanggaran ganjil-genap,” jelas TMC Polda Metro Jaya melalui akun Twitter resmi, Senin (8/7/2019).

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menerapkan empat fitur baru pada tilang elektronik (E-TLE) mulai Senin (1/7/2019).

Fitur baru tersebut antara lain pemakaian seat belt (sabuk pengaman), penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap, dan batas kecepatan pengemudi.

Polda Metro Jaya sebelumnya juga kembali mengingatkan pengemudi dan penumpang roda empat atau mobil untuk mengenakan sabuk pengaman saat berkendara. Pelanggaran atas hal itu dapat terkena hukuman penjara satu bulan.

Tak hanya pelanggaran sabuk pengaman, pengendara yang melanggar rambu lalu lintas juga dapat dijerat dengan Pasal 287 ayat 1 yaitu kurungan pidana dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Selain itu, setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dapat dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Hal itu diatur dalam Pasal 287 ayat 5.

Kemudian penggunaan handphone dapat dikenakan hukuman sesuai Pasal 106 ayat 1, yakni pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu.

Tambah 81 Kamera CCTV

Sebelumnya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pihaknya akan memasang 81 kamera CCTV tambahan untuk tilang elektronik atau Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) pada September-Oktober 2019.

05c3236a-9aeb-46ad-bb25-753e70679110

“Kemudian, 81 kamera rencana akan dipasang antara bulan 9-10 nanti,” kata Yusuf saat ditemui di PMJ, Jum’at (5/7/2019).

Yusuf melanjutkan pemasangan kamera tersebut tersebar di beberapa titik. Pertama, di jalur mulai Kota Tua – Gajah Mada, Simpang Harmoni – Jalan Medan Merdeka Barat, sampai dengan arah Blok M.

Kedua, mulai dari Grogol – Bandara Halim melewati Cawang. Kemudian, tahap ketiga dimulai dari Jalan Rasuna Said Kuningan – Mampang. Terakhir, tambah Yusuf, mulai dari Cawang melalui Jalan D.I Panjaitan sampai Cempaka Putih.

“Itu nanti rencana pemasangannya,” tutur dia.

Ada pun fitur untuk 81 kamera tersebut masih sama dengan 12 kamera yang telah terpasang sebelumnya, yakni mendeteksi pemakaian seat belt (sabuk pengaman), penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap, serta batas kecepatan pengemudi.

“Nanti kalau ada fitur terbaru lagi kita akan tambah lagi; bisa itu. Nanti, kita lihat situasi kira-kira yang lebih prioritas karena jumlah pelanggaran kan banyak, tapi kita prioritaskan pelanggaran mana yang kira-kira berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ucap Yusuf.

Teruntuk anggaran penambahan 81 kamera tersebut, Yusuf mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu kucuran dana dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

loading...