Angkasa Pura 2

Kapal Dagang di Laut Merah Nyaris Terkena Serangan Pemberontak Yaman

DermagaSelasa, 9 Juli 2019
680117-01-05

RIYADH (BeritaTrans.com) – Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim berhasil menggagalkan rencana kelompok pemberontak Yaman, Houthi, untuk menyerang sebuah kapal komersial di Laut Merah pada Senin (8/7/2019).

“Pasukan angkatan laut koalisi Saudi berhasil menggagalkan (serangan) oleh militan Houthi yang menargetkan kapal komersial di perairan selatan Laut Merah menggunakan kapal jebakan tanpa awak,” ucap juru bicara koalisi yang dikutip kantor berita SPA.

“Pasukan koalisi melihat kapal tak berawak kemudian mencegat dan menghancurkannya.”

Dilansir AFP, Houthi membantah klaim tersebut. Melalui stasiun televisinya, Al-Masirah TV, kelompok pemberontak di Yaman itu menyebut klaim Saudi tersebut “benar-benar tidak berdasar.”

Sejak turun tangan dalam perang sipil di Yaman pada 2015 lalu, Saudi menuduh Houthi bersekongkol dengan Iran dan mengancam rute navigasi serta perdagangan internasional di wilayah itu.

Pada 2018, Saudi sempat menghentikan ekspor minyak melalui Bab al-Mandeb tak lama setelah Houthi menyerang sebuah kapal tanker di jalur strategis itu.

Bab al-Mandeb adalah salah satu jalur pelayaran penting antara Semenanjung Arab dan Tanduk Afrika yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Selain insiden di Laut Merah, di hari yang sama koalisi Saudi juga mengklaim menggagalkan serangan pesawat tak berawak (drone) Houthi ke wilayahnya.

Houthi terus menggencarkan serangannya terhadap Saudi dalam satu bulan terakhir. Ini terjadi ketika ketegangan antara Iran dan AS, sekutu utama Saudi, terus memanas.

Pada akhir pekan lalu, koalisi Saudi mengklaim berhasil mencegat serangan drone Houthi yang menargetkan dua bandara sipil yakni Bandara Jizan dan Bandara Abha.

Pada 12 Juni, rudal Houthi juga menerjang bandara itu hingga melukai 26 warga sipil. Bandara Abha juga menjadi target serangan Houthi pada 23 Juni lalu hingga menewaskan seorang warga Suriah dan melukai 21 warga sipil lainnya.

Perang sipil Yaman sendiri dilihat secara luas sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran, dua kekuatan besar di Timur Tengah. Saudi selama ini membantu pemerintah Yaman untuk memberangus Houthi yang diduga disokong Iran.

Menurut kelompok kemanusiaan, hingga hari ini konflik sipil di Yaman telah merenggut puluhan ribu jiwa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menganggap konflik yang telah berjalan selama empat tahun ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah.

loading...