Angkasa Pura 2

3 Awak Kabin British Airways Kena Sanksi Gegara Berlari Tanpa Busana

KokpitRabu, 10 Juli 2019
PhotoPictureResizer_190710_150838764_crop_543x385

SINGAPURA (BeritaTrana.com) – Ulah pramugari tak berbusana di hotel di Singapura berbuntut panjang.

Jika mereka dinyatakan bersalah, maka ancaman pemecatan di depan mata.

Tiga orang kru kabin maskapai British Airways dilaporkan mendapat hukuman setelah diduga berlari dalam keadaan telanjang di hotel Singapura.

Awak kabin itu dilaporkan tengah minum-minum ketika singgah di sana, dilaporkan harian Inggris The Sun pekan lalu.

Kru itu menyelundupkan alkohol dari pesawat untuk “melepas penat” setelah menempuh penerbangan berdurasi 14 jam dari Bandara Heathrow di London.

Dikutip The New Paper via The Straits Times Senin (8/7/2019), seorang sumber menerangkan di tengah pesta, mereka bertiga telanjang dan saling berciuman.

“Tak butuh lama agar permainan ‘memutar botol’ dimulai. Yakni tantangan yang dirancang supaya orang bersedia melakukannya dalam keadaan mabuk,” ujar sumber itu.

Dalam keadaan mabuk, ketiga awak kabin di antaranya dua laki-laki dan satu perempuan itu menerima tantangan untuk berlari sambil bugil naik turun koridor sembari menggedor pintu tamu hotel lainnya.

Di antara tamu hotel yang terganggu, terdapat salah satu rekan mereka yang dilaporkan “muak” dengan kelakuan trio itu, dan melaporkannya ke London.

Selain rekan mereka, perilaku trio itu ternyata juga membuat jengah pengelola hotel karena muncul tuduhan pelecehan seksual, dan salah satu staf diceburkan ke kolam.

Dalam keterangan tertulisnya, British Airways menyatakan mereka tengah menginvestigasi peristiwa itu.

Jika terbukti bersalah, ketiganya bisa dipecat.

“Kami tidak mentoleransi perilaku nakal staf kami dan akan selalu menyelidiki sepenuhnya klaim dan mengambil tindakan yang diperlukan,” ujar British Airways.

Rok pramugari lebih pendek

Petugas penerbangan, seperti pilot dan pramugari, selalu tunduk pada peraturan yang dibuat oleh maskapai maupun otoritas penerbangan.

1416364542030

Sejumlah aturan bahkan dibuat demi alasan keamanan.

Termasuk tinggi badan, pemakaian make up, hingga cara berpakaian pramugari.

Heather Poole, seorang pramugari selama lebih dari 15 tahun mengungkapkan kenapa staf kabin yang lebih tua akan mengenakan rok yang lebih pendek.

Mengutip dari express.co.uk, ini karena melewati waktu yang ditentukan untuk menjadi bagian dari kru.

“Senioritas bahkan menentukan panjang rok kami, kami tidak dapat melanggarnya sampai kami keluar dari masa percobaan,” jelas Poole kepada Mental Floss.

Poole melanjutkan, setelah masa percobaan, tidak masalah jika mengenakan rok yang lebih pendek atau lebih panjang.

Ia mengungkapkan hal ini dalam bukunya “Cruising Altitude: Tales of Crashpads, Crew Drama, and Crazy Passengers at 35,000 Feet.”

Dalam bukunya, Poole menjelaskan, semakin senior pramugari, maka akan lebih menguasai banyak hal.

Satu di antaranya seberapa nyaman ranjang yang dipakai untuk beristirahat saat dalam penerbangan.

5c8d07e245d2a08af41a3b73

Untungnya berat badan kini tak lagi menjadi masalah bagi sejumlah maskapai penerbangan.

Tak seperti pada 1960 yang disebut Golden Age of Flying.

Di mana pramugari tidak boleh memiliki berat badan lebih dari 130 pon atau 58 kg.

Peraturan saat ini berdasarkan keamanan, jadi tinggi dan berat tergantung pada seberapa baik orang itu dapat bekerja di kabin.

Misalnya, terlalu tinggi dapat membatasi duduk di kursi keluar darurat dan membuktikan risiko keamanan.

Selain itu, peraturan maskapai saat ini juga lebih fleksibel.

Kini pramugari Cathay Pacific dapat bekerja di kabin mengenakan celana panjang.

Pramugari British Airways juga bisa memakai celana panjang jika mereka mau.

loading...