Angkasa Pura 2

Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Semakin Dangkal

DermagaRabu, 10 Juli 2019
images (1)

BENGKULU (BeritaTrans.com) – Kapal-kapal besar tidak dapat masuk Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, karena alur semakin dangkal.

Posisi saat ini, kedalaman alur hanya sekitar 5,5 meter LWS. Akibatnya, banyak kapal-kapal besar tidak bisa masuk Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu. Hanya bisa melayani tongkang batu bara dan kapal ukuran kecil saja.

RIO-AKTIFITAS-KOLAM-PELABUHAN-PL-BAY-1

”Kondisi sekarang kedalaman alur hanya 5,5 meter LWS,” ungkap General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Bengkulu, Nurkholis Lukman kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (9/7/2019).

Dijelaskannya, kondisi pendangkalan alur tersebut dipengaruhi banyaknya pasir masuk ke dalam alur pelabuhan.

Permasalahan pendangkalan alur ini sudah menjadi langganan masalah yang terus terjadi di Pelabuhan Pulau Baai. Padahal, pada tahun 2018 lalu, alur sudah dikeruk sampai dengan kedalaman 10 meter LWS.

Jika tidak segera dilakukan pengerukan, maka akses ekonomi melalui jalur transportasi laut akan semakin terganggu. “Kita akan selesaikan masalah ini,” tuturnya.

Menurut Lukman, PT Pelindo II Bengkulu sudah berencana akan melakukan pengerukan alur pelabuhan. Bahkan usulan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengurus izin kapal keruk dari Dubai sudah dilakukan.

“Izin sudah kita urus dan sudah dikeluarkan,” tambah Lukman. Atas keluarnya izin keruk alur tersebut, maka proses pemberangkatan kapal keruk jenis TSHD HAM 311 dari Dubai ke Bengkulu sudah bisa dilakukan.

Untuk perjalanan sendiri hingga sampai di Bengkulu membutuhkan waktu sekitar 13 hari ke depan. Lukman menargetkan, awal bulan Agustus pengerukan alur sudah bisa dilakukan. “Mudah-mudahan akhir bulan ini kepal keruk sudah sampai. Artinya, segara pengerukan alur kita lakukan,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Pelindo II Bengkulu telah menargetkan pada awal bulan April lalu alur pelabuhan sudah dapat dilakukan pengerukan. Sebab, jika tidak dikeruk secara cepat, maka kondisi alur akan semakin dangkal.

Kondisi tersebut terjadi saat ini, dengan kedalaman alur hanya 5,5 meter LWS. Normalnya, alur pelabuhaan itu harus memiliki kedalaman sekitar 8-9 meter LWS. Sehingga kapal-kapal bisa bisa mesuk secara lancar di Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu.

”Memang tergetnya itu, dua kalai dalam satu tahun. Kalau tidak, alur ini akan semakin dangkal,” ungkap Lukman.

Dalam satu kali keruk, jika belajar dari pengerukan alur tahun 2018 lalu, PT Pelindo II tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan anggaran proyek keruk itu, sampai Rp 40 miliar. Jika dilakukan dua kali dalam satu tahun, maka anggaran yang dikeluarkan akan semakin fantastis.

“Jika tidak dikeruk, maka akan semakin menggangu aktifitas pelabuhaan. Solusi sekarang dengan melakukan pengerukan secara berkala,” pungkasnya.

loading...