Angkasa Pura 2

Kapal Pesiar Australia Hilang di Perairan NTT

DermagaRabu, 10 Juli 2019
26060356_1637489649622865_3624838312001438939_o-1

KUPANG (BeritaTrans.com)- Tim Basarnas Kupang mengatakan satu Kapal Yacht asal Australia yang ditumpangi empat orang penumpang hilang di laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah dilaporkan mengalami kebocoran pada Selasa (9/7/2019) pukul 08.00 wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A Kupang, NTT, Emi Frieser di Kupang, membenarkan adannya peristiwa hilangnya kapal Yacht berbendera Australia itu.

“Betul ada kapal Australia yang dilaporkan mengalami kebocoran di Laut Sawu. Kami mendapat informasi itu dari warga bernama Sandre Saresta bahwa ada kecelakaan Kapal Yacht dengan penumpang empat orang di perairan laut Sawu,” jelas dia.

Ia mengemukakan, Basarnas Kupang langsung mengerakan Kapal Negara (KN) Antareja 233 Kupang yang beranggotakan lima orang potensi SAR untuk melakukan operasi SAR di lokasi tempat kapal itu dilaporkan mengalami kebocoran.

“Informasi terakhir kapal yacht sudah ditemukan, namun terkait data dan identitas penumpang kapal, belum kita dapatkan,”ujarnya.

Evakuasi ABK MV HL Saldanha Bay

SAR-evakuasi-kru-kapal-barang-yang-sakit-030619-KH-1_2
Personel SAR Kupang memegang tandu berisi seorang kru kapal barang asal Korea MV. HL Saldanha Bay yang diturunkan dari kapal tersebut di tengah laut di perairan, NTT Senin (03/6/2019). (FOTO ANTARA/Kornelis Kaha)

Sebelumnya Kantor SAR Kupang, berhasil mengevakuasi satu orang kru kapal MV.HL Saldanha Bay di perairan antara Pulau Semau dan Pulau Kera ketika dilaporkan tak bisa melanjutkan pelayaran karena sakit.

Emi Frieezer mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan permintaan bantuan evakuasi salah satu kru kapal tersebut pada pukul 06.00 WITA.

“Setelah kami mendapatkan informasi itu, kami meminta supaya diatur titik pertemuannya agar bisa dilakukan evakuasi, dengan lokasi titik temu di koordinat 10°32’108 bujur selatan dan 122°52’359 bujur Timur,” katanya, Senin (3/7/2019l.

Pewarta ANTARA yang mempunyai kesempatan menyaksikan proses evakuasi itu melaporkan, untuk tiba ke lokasi titik temu, personel SAR Kupang yang menggunakan kapal SAR KN. Antareja harus melewati gelombang setinggi 2,5 meter.

Menurut keterangan yang diperoleh pihak SAR Kupang, kru kapal bernama Aditya Rustiantoro itu dievakuasi karena menderita sakit di dada kiri ketika melakukan perjalanan dari Australia menuju Korea.

Pada awalnya pihaknya mencoba terus berlayar, namun saat melewati perairan Laut Timor, korban tak mampu melanjutkan pelayaran sehingga langsung meminta bantuan.

Operasi SAR itu melibatkan sejumlah personel Lantamal VII Kupang, Polair Kupang, Bakamla Kupang, KSOP Kupang, KKP Kupang dan Imigrasi Kupang.

“Saya mau sampaikan bahwa operasi hari ini berjalan dengan baik dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya,” tambahnya.

Korban yang sakit itu saat tiba di pelabuhan navigasi Kupang langsung dijemput oleh ambulans untuk kemudian diantar ke RS Siloam di Kota Kupang.

(bulan/sumber: antaranews.com/foto: ilustrasi).