Angkasa Pura 2

AirAsia Tak Diminta Diskon Tarif, Menko Perekonomian: Sudah di Bawah 50%

KokpitKamis, 11 Juli 2019
images (8)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebanyak 11.626 kursi pesawat maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) di waktu tertentu akan dijual 50 persen lebih murah dari tarif batas atas (TBA) yang telah ditentukan Kementerian Perhubungan.

Adapun penurunan harga tiket tersebut akan diberlakukan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu untuk jadwal penerbangan mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Pemerintah meminta maskapai Citilink dan Lion Air menurunkan harga tiketnya di waktu-waktu tertentu mulai Kamis (11/7/2019). Kedua maskapai ini termasuk maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier ( LCC).

Pemerintah akan mengevaluasinya pada Agustus. Evaluasi dilakukan guna melihat efektivitas kebijakan terhadap 7 pihak yang terkait, yakni Pertamina, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, AirNav, Citylink, Air Asia Indonesia, dan Lion Air.

“Begitu kebijakan ini dinilai berbahaya maka kami akan adakan Rakortas bulan depan. Kita koreksi dengan usulan kebijakan baru apa lagi,” kata Sesmenko Perekonomian Susiwijono di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (10/7/2019).

Namun, AirAsia Indonesia yang juga merupakan maskapai LCC tak diminta untuk menurunkan harga tiket.

Lantas, apa alasan pemerintah tak meminta AirAsia ikut menurunkan harga tiket pesawatnya?

“Dia memang flight-nya tidak sebanyak Citilink maupun Lion. Tapi dia itu sudah di bawah 50 persen (dari tarif batas atas),” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Meski harga tiketnya masih di bawah 50 persen dari TBA, Darmin meminta AirAsia tak menaikkan harga tiketnya lagi

“Kita cuma bilang, you (AirAsia) jangan mentokkan ke 50 persen loh. Karena you sudah di bawah itu. Nanti jangan gara-gara ini, ‘ah aku ambil 50 aja sekalian sekarang’. Kita udah ingatkan itu,” kata Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Tony Fernandes: Jangan terlalu mengatur

Sementara itu, CEO AirAsia Tony Fernandes berharap pemerintah Indonesia tidak terlalu ikut campur tangan dalam bisnis penerbangan, termasuk soal harga tiket pesawat.

Dia minta pemerintah lebih memfasilitasi bisnis ini dan membiarkan pasar dan konsumen yang menentukan. “Saran saya adalah (pemerintah) jangan terlalu mengatur, tapi lebih memfasilitasi. Biarkan pasar dan konsumen yang menentukan,” ujarnya.

IMG_20190705_095104-553x400

5a3a3801ec1ade4f9d7dfd57-480-360

Dia enggan mengomentari langkah kompetitor AirAsia Indonesia seperti Garuda Indonesia dan Lion Air yang menaikkan harga tiket pesawat secara bersamaan sejak awal 2019. Yang jelas, kata dia, AirAsia akan tetap menyediakan harga tiket pesawat yang terjangkau.

“Moto kami adalah membuat semua orang bisa terbang. Kami tidak akan menyimpang dari itu. Kalau tidak murah lagi, berarti bukan AirAsia,” ucap dia.

Orang terkaya nomor 32 di Malaysia itu mengatakan, AirAsia memiliki strategi tersendiri dalam menekan biaya operasional. Salah satunya dengan mengembangkan lini bisnis baru yang berkaitan dengan industri penerbangan, seperti hotel, makanan, dan agen perjalanan.

Tony memastikan AirAsia tetap mengutamakan aspek keselamatan (safety), meski menawarkan tiket murah. Bisnis penerbangan, kata dia, sangat bergantung pada kepercayaan konsumen akan keselamatan.

“Keselamatan adalah hal terpenting yang kami jaga. Kami harus tetap terbang dengan kondisi manajemen lebih baik,” ucap dia.

AirAsia Indonesia: Paling terjangkau

82b9499fdc14d704616fa8395d9c5046

Sebelumnya Direktur Utama Air Asia Indonesia, Dendy Kurniawan, menyatakan bahwa tarif tiketnya sudah paling murah dibandingkan maskapai lain. Sehingga maskapainya tidak perlu menurunkan tarif tiket lagi.

“Kami tidak turunkan pun, harga kami sudah yang paling terjangkau. Average fare kami di kuartal pertama tahun ini bahkan lebih rendah dari kuartal pertama tahun lalu. Sebelum diminta untuk turunkan pun kami sudah turunkan,” kata Dendy dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) AirAsia Indonesia, Senin (24/6/2019).

Dendy menjelaskan, tarif rata-rata tiket pesawat AirAsia Indonesia pada tahun ini lebih rendah, yakni sebesar Rp563.095. Sedangkan, pada tahun 2018 tarif rata-ratanya sebesar Rp580.499. Artinya, pada tahun ini AirAsia menurunkan tarif rata-ratanya sebesar 3%.

Dendy mengatakan, AirAsia selalu memberikan promo kepada calon penumpang. Namun, AirAsia Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mematuhi peraturan pemerintah. Maksudnya, AirAsia Indonesia tak akan menjual tiket pesawat di atas tarif batas atas yang ditentukan pemerintah, maupun lebih rendah daripada tarif batas bawahnya.

“Kami selalu ada promo, dan rute-rute yang baru kami launching hari ini pun harganya harga-harga yang sangat terjangkau. Yang jelas kami selalu patuh terhadap peraturan pemerintah, di mana untuk rute-rute domestik kami harus mematuhi yang namanya tarif batas atas dan tarif batas bawah,” ujarnya.

“Tentunya kami tidak akan menjual lebih tinggi dari tarif batas atas, dan tidak akan menjual lebih rendah dari tarif batas bawah,” tegas Dendy.

(dien).

loading...