Angkasa Pura 2

Pembangunan 17 Bandara di Filipina Rampung

BandaraKamis, 11 Juli 2019
images - 2019-07-10T225043.084

MANILA (BeritaTrans.com) – Pemerintah Filipina telah merampungkan 17 proyek bandara komersial pada paruh pertama kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte.

Sekretaris Departemen Transportasi (DOTr) Filipina Arthur Tugade mengatakan masih ada 28 proyek pembangunan transportasi lainnya yang saat ini tengah berlangsung.

“Konektivitas dan mobilitas transportasi adalah komponen utama pengembangan sosial ekonomi. Dengan membangun bandara baru dan merehabilitasi yang sudah ada, sektor transportasi berkontribusi terhadap kemajuan regional dan nasional,” kata Tugade, lansir UNTV.

Pada tiga tahun pertama kepemimpinan Duterte, kata Tugade, Filipina membangun dua bandara internasional baru, yaitu Bandara Internasional Lal-Lo di Cagayan dan bandara pertama negara tersebut, Bandara Internasional Bohol-Panglao.

Pemerintah juga menambah 15 gerbang masuk, dua di antaranya untuk pengunjung internasional sedang 13 lainnya domestik.

Selain itu, tahun lalu Bandara Internasional Mactan-Cebu (MCIA) membuka terminal penumpang (PTB) baru, dengan kapasitas tahunan menjadi 13,5 juta penumpang. Juga perluasan landasan PTB Bandara Puerto Princesa untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar.

“Selain itu, pengembangan infrastruktur untuk bandara domestik Virac, Marinduque, Tuguegarao, San Vicente, dan Busuanga di Luzon; Maasin, Tacloban, dan Catarman di Visaya; dan Ipil, Camiguin, dan Siargao di Mindanao, telah tercapai,” kata dia.

Bersama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP), DOTr tengah membangun infrastruktur 27 bandara komersial dan satu pangkalan udara militer. Juga menambah pembangunan satu bandara internasional lagi.

Tugade juga menerangkan jika pemerintah tengah merehabilitasi terminal 2 Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA).

Pembangunan PTB kedua Bandara Internasional Clark (CRK) masih dilakukan untuk meningkatkan kapasitas hingga 12,2 juta penumpang per tahun.

“Ini termasuk perluasan aula check-in keberangkatan dan area bagasi kedatangan; perbaikan arsitektur di area pergerakan penumpang; meningkatkan area aerobridge dan jalan layang; panel dan partisi dinding kaca baru; peningkatan sistem pendingin udara, daya, penerangan, proteksi kebakaran, dan sistem elektronik dan komunikasi; pemasangan sistem tampilan informasi penerbangan yang ditingkatkan dan sistem alamat publik baru; dan pekerjaan anti air untuk membangun eksterior, antara lain, ”kata DOTr.

Selain pembangunan infrastruktur, ujar Tugade, pemerintah tengah membentuk Sistem Komunikasi, Navigasi, Pengawasan/Manajemen Lalu Lintas Udara (CNS/ATM) baru untuk meningkatkan layanan.

Sumber: Anadolu Agency

loading...