Angkasa Pura 2

Sedap, GrabCar Beroperasi di 7 Bandara Kelolaan Angkasa Pura II dan Kemenhub di Sumatera

Bandara KoridorKamis, 11 Juli 2019
af98f5f3-6462-43ca-bc67-8c1c11ac181d_169

DELI SERDANG (BeritaTrans.com) – Aplikator transportasi berbasis online, Grab, resmi melayani tujuh bandara kelolaan PT Angkasa Pura II dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara di Sumatera.

Dengan mengusung ‘GrabCar Airport,’ aplikator itu beroperasi di lima bandara PT Angkasa Pura II yakni Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Bandara Sultan Badaruddin II, Palembang, Bandara Minangkabau, Padang, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Sedangkan Bandara Silampari, Lubuklinggau dan Bandara Radin Inten II, Bandar Lampung (dalam proses pelimpahan operasi ke PT Angkasa Pura II) merupakan kelolaan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Peluncuran layanan GrabCar Airport dipusatkan di Terminal Kedatangan, Bandara Kualanamu Medan, Kamis (11/7/2019), ini melengkapi kehadiran Grab secara resmi di 14 bandar udara di seluruh Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, peluncuran layanan itu dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Dia didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo, Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

20190711_203554

Dalam sambutannya Menko Maritim Luhut Panjaitan mengatakan industri pariwisata Indonesia perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai dan bandar udara sebagai gerbang masuk pengunjung baik dalam maupun luar negeri.

“Oleh karena itu, Saya yakin dengan komitmen Grab untuk mendukung sektor pariwisata Indonesia dengan menghadirkan GrabCar Airport di banyak bandara di Indonesia bisa menjadi solusi yang memberikan kemudahan akses para pengunjung untuk berwisata maupun kunjungan bisnis,” ujarnya Luhut.

Sementara itu, Direktur dan Pelayanan Fasilitas Angkasa Pura II, Ituk Herarindri, mengutarakan, sebagai operator bandara kelas dunia, pihaknya terus berusaha memberikan pelayanan prima yang memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.

“Kita percaya, kemudahan akses transportasi online di tujuh bandara di Sumatera menjadi nilai tambah. Layanan GrabCar Airport akan membantu mobilitas pengguna jasa bandara,” katanya.

Grab: Promosikan pariwisataa

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, kepercayaan serta dukungan Kementerian Pariwisata dan Angkasa Pura terhadap Grab untuk menyediakan layanan transportasi online secara resmi di 14 bandara di Indonesia merupakan bukti nyata dari peran Grab dalam mempromosikan pariwisata Indonesia kepada jutaan wisatawan dan menawarkan pengalaman wisata yang nyaman dan aman.

“Kami ingin terus berkontribusi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dengan layanan transportasi yang mudah, rekomendasi wisata dan makanan lokal dan keuntungan lainnya yang dapat dinikmati wisatawan,” ujar Ridzki.

Dia menjelaskan apa yang mereka lakukan ini sebagai bentuk dari komitmen mereka dan AP II untuk memberikan kenyamanan pada pelanggannya.

Ia berpendapat saat ini bentuk layanan sudah sepantasnya dilakukan dan diberikan dalam bentuk digital. Untuk saat ini sudah ada 84 mobil yang siap memberikan pelayanan di Kualanamu.

“Ini beda dengan yang di luar, teknologinya khusus dan namanya teknologi GrabCar Airport. Jadi begitu nanti membuka di aplikasi Grabnya langsung ada pilihan secara spesifik.”

“Untuk di Kualanamu sendiri saat ini beroperasi 84 mobil. Saat ini semuanya di KNO masih plat kuning,” ujar Ridzki usai melaksanakan kegiatan seremonial peluncuran layanan di Bandara Kualanamu.

Ia membenarkan maksud kendaraan plat kuning yang ia maksud adalah taxi konvensional yang sebelumnya juga ada di bandara.

Disebut ini adalah salah satu program mereka dimana Grab juga dianggap bisa meningkatkan kesejahteraan pemain konvensional. Meski demikian ia menyebut bahwasanya pengemudi-pengemudinya sudah dipilih baik oleh pihak Grab dari segi kualitas maupun secara ketetapan regulasi.

“Karena fokusnya kita kepada keamanan dan kenyamanan penumpang. Saat ini memang jumlahnya masih 84, tentunya kita harapkan ini berkembang secepat mungkin menuju ratusan. Ya, kita lihat perkembangannya apakah nanti kita tambah dari plat kuningnya atau tambah dari plat hitamnya. Ya tentu akan ada upgrade kendaraan, kualitasnyalah. Karena untuk Peraturan Gubernur yang bisa ikut sama kita yang kendaraan usianya di bawah tujuh tahu. Intinya kami rangkul taksi konvensional,” kata Ridzki.

Mengenai tarif, lanjut Ridzki berlaku normal seperti di luar dengan fluktuasi. Diakui karena ada biaya-biaya yang mereka keluarkan di Bandara Kualanamu tentu mereka masukkan ke tarifnya, seperti tarif parkir yang memang sudah dimasukkan.

Dirinya menjelaskan selama ini selama ini permintaan pelanggan Grab cukup tinggi dimana-mana. Selain itu mobilitas juga sangat tinggi, bukan hanya dari orang dalam negeri namun juga orang dari luar negeri.

“Turis dan pebisnis-pebisnis inikan kalau datang kunjungan pertamanya airport. Nah sekarang ketika buka aplikasi Grab memudahkan mereka tentunya. Kerjasama kita dengan AP II ini di bidang teknologi dan inovasi kalau untuk bayaran (biaya berkala) tidak ada,”katanya.

loading...