Angkasa Pura 2

Dewan Komisaris Pelindo III Kunjungi Pelabuhan Benoa & Desa Wisata Binaan

DermagaJumat, 12 Juli 2019
612201920369

DENPASAR (BeritaTrans.com) – Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mengunjungi Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (12/7/2019).

Dewan komisaris itu dipimpin Plt Komisaris Utama Wahju Satrio Utomo, Komisaris Heddy Lugito, dan Komisaris Zainal Abidin. Mereka didampingi Direktur Transformasi & Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Toto Nugroho.

Kunjungan, yang dirilis di Instagram @pelindo3 itu, menyebutkan dewan komisaris melakukan fungsi pengawasan dengan menginspeksi langsung ke dermaga (port visit), juga menggelar rapat terkait kinerja operasional dan bisnis, serta investasi.

Bagi direksi, pengawasan kinerja dari berbagai pihak, terutama dari dewan komisaris, merupakan hal penting agar perusahaan berkembang sesuai rencana jangka panjang yang ditetapkan dan melaju lebih produktif lagi secara bisnis dan operasional.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga mengunjungi salah satu desa wisata binaan Program Bina Lingkungan (CSR) PT Pelindo III di Desa Pakraman Penglipuran, Bangli.

Di desa binaan, yang dikunjungi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahun, tersebut Pelindo III membangun toilet dan balai patok untuk menjadi tempat peristirahatan.

612201921203

Di desa itu, para komisaris juga mencicipi minuman lokal produksi warga setempat.

Genjot pengembangan

Seperti diketahui, tingkat kunjungan kapal pesiar yang cukup tinggi di Pelabuhan Benoa Bali, mendorong Pelindo III aktif meningkatkan kapasitas pelabuhan untuk pelayanan kapal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah telah dirampungkannya pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 meter rata-rata muka air laut (LWS) menjadi minus 12 meter LWS.

“Hal tersebut memungkinkan kapal pesiar dengan Length of All (LOA) atau ukuran panjang lebih dari 350 meter dapat bersandar di dermaga, dimana sebelumnya hanya berlabuh di luar alur pelabuhan,” kata CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, Wayan Eka Saputra melalui siaran persnya, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, lanjut Wayan, turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar dari sebelumnya hanya 300 meter, menjadi 420 meter. Selain itu, lebar di kolam timur juga diperlebat dari awalnya 150 meter, menjadi 200 meter. Pun untuk kolam barat diperlebar dari 150 meter menjadi 330 meter. Sehingga, kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman.

images (4)

Selain itu, lanjut Wayan serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan gedung terminal penumpang, juga dilakukan. Pelindo III meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang, diperbesar hingga mampu menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi.

“Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa akan selesai semester dua 2019. Hingga awal Juni, progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 79,12,” ujar Wayan.

Pelindo III juga sedang melakukan pengembangan lain, yakni penataan kembali zona perikanan di sisi barat Pelabuhan Benoa, dan zona BBM-Gas dengan Curah di sisi timurnya. Perluasan zona perikanan di Pelabuhan Benoa diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentral produksi dan industri perikanan di Bali.

Wayan menjelaskan, jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada 2018 di Pelabuhan Benoa, tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara. Naik 5 persen dibanding tahunnya yang hanya 52.125 orang. Kemudian pada 2019, tepatnya hingga Mei, tercatat kunjungan kapal pesiar sebanyak 26 unit, dengan penumpang sebanyak 24.418 orang.

“Target kapal pesiar di tahun 2019 ini sendiri sebanyak 75 unit kapal pesiar,” kata Wayan Eka Saputra. (awe/foto: Instagram @pelindo3).

loading...