Angkasa Pura 2

Dukung Pariwisata Terintegrasi, Pelindo IV Bakal Bangun Manado Marine Bay pada 2020

DermagaJumat, 12 Juli 2019
farid-padang-1

Makassar (BeritaTrans.com) – Pada tahun 2020, PT Pelabuhan Indonesia IV berencana membangun Manado Marine Bay untuk mendukung rute Bitung–Davao untuk ekspor langsung ke Filipina dari wilayah di Sulawesi Utara.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang dalam keterangan persnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, mengatakan rencana membangun Manado Marine Bay dan persiapan rute Bitung–Davao ini sudah disampaikan kepada Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu sebelum peninjauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu di Manado.

“Bahkan kami sudah menyiapkan master plan Manado Marine Bay. Pembangunan pelabuhan ini juga untuk mendukung program pariwisata yang terintegrasi,” kata Farid.

Untuk pembangun proyek itu, Pelindo IV melakukan koordinasi intens dengan pihak Pemerintan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Pemkot Bitung.

“Kami targetkan rencana membangun (Manado Marine Bay) tuntas dalam dua tahun sejak konstruksi pada 2020 nanti. Hal itu sesuai dengan yang diharapkan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Dia mengatakan,pembangunan Manado Marine Bay berada dalam kawasan wisata Taman Laut Bunaken, dalam rangka mendukung program Pemkot Manado sebagai Kota Pariwisata dan Kota Penyelenggara Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

Selain membangun Manado Marine Bay, BUMN kepelabuhanan ini juga akan melakukan pengembangan Pelabuhan Manado, yakni membangun dermaga 4 ukuran 6 x 10 meter persergi, pengerukan kolam pelabuhan kedalaman -4 LWS, pembangunan terminal penumpang dengan luas 1.600 meter persegi, dan lapangan penumpukan seluas 2.150 meter persegi.

Pihaknya juga siap mendukung kegiatan ekspor langsung dari Bitung ke Filipina melalui Davao, dengan segera menyiapkan rute Bitung–Davao.

Pelindo IV sendiri sudah pernah menyiapkan rute Bitung–Davao untuk ekspor langsung ke Filipina dengan menggunakan Super Shuttle RoRo 12.

Pembukaan rute Davao-Bitung saat itu seakan menjadi pelepas dahaga karena ekspor Sulawesi Utara sebelumnya dilakukan memutar lewat Jakarta, lalu singgah ke Singapura, sebelum melawat ke Manila hingga akhirnya ke Davao.

Tercatat, total ekspor Sulawesi Utara ke Filipina, sebelum pembukaan rute Davao–Bitung, mencapai 23,82 juta dolar AS. Rute Bitung-Davao sendiri merupakan bagian dari Master Plan Konektivitas ASEAN dan cetak biru dari The East Asean Growth Area yang sudah dirintis sejak 1994.

Inisiatif ini melibatkan empat negara ASEAN, yakni Indonesia, Brunei, Malaysia dan Filipina. Saat itu, Kementerian Perhubungan mengestimasi bahwa waktu tempuh rute Davao-General Santos-Tahuna-Bitung hanya mencapai delapan hari dengan ongkos 550 dolar AS per TEUs. Waktu dan biaya ini jauh lebih irit dibandingkan dengan jalur konvensional Bitung ke Manila yang mencapai lima minggu dengan biaya 2.000 dolar AS per TEUs.

Kemenhub juga bahkan meminta kepada pihak Pelindo IV agar memberikan diskon khusus untuk pelayaran Bitung – Davao. “Pada prinsipnya kami setuju untuk memberikan insentif berupa (diskon khusus) tersebut,” tukas Farid.

Dia menambahkan sebagai pemicu untuk meningkatkan volume ekspor ke Filipina dan sebaliknya, harus ada barang balik berupa kebutuhan rumah tangga dan elektronik yang dapat langsung dikirim dari Filipina ke Bitung, sehingga rute tersebut akan berkelanjutan.(lia/sumber dan foto: antaranews)

loading...