Angkasa Pura 2

Soal Tarif Pesawat Turun, Luhut Ingatkan Maskapai BUMN agar Efisien

KokpitJumat, 12 Juli 2019
l-20190214153859garuda-citilink

DELI SERDANG (BeritaTrans.com) – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berkomentar soal penurunan harga tiket pesawat. Pemerintah masih melakukan pembahasan agar harga lebih efisien lagi.

Hal itu diungkapkan Luhut usai meresmikan Taksi berbasis aplikasi online di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/7).

1. Luhut wanti-wanti soal monopoli avtur

IMG_20190712_100129

Meski harga tiket sudah turun Luhut kembali menegaskan, soal monopoli avtur. Dia tidak ingin, itu terjadi lagi dan berpengaruh kembali pada harga tiket.

“Misalnya penjualan avtur di lapangan terbang tidak boleh monopoli Pertamina lagi, sudah diputuskan. Semua harus satu,” ujar Luhut.

2. Dorong agar maskapai pelat merah lebih efisien lagi

Luhut juga mendorong agar maskapai pelat merah (BUMN) bisa lebih efisien dalam hal harga. Karena low cost carrier sudah berlaku.

“Saya di Jakarta berkali kali bilang. Kemarin seperti ke Tiongkok, mereka rupanya minjam uang dulu-pendanaan untuk Garuda itu dulu dari Tiongkok aviation. Kemairn kita negosiasi ulang, kebetulan saya ikut, supaya bisa strukturnya itu dibikin lebih lama, sehingga pembayarannya lebih. Ya kita bisa menghemat lebih banyak kira kira 35-45 juta dolar,” ungkapnya.

3. Rute jarang penumpang akan dianalisis kembali

2314102005

Luhut juga mengatakan agar rute yang masih jarang penumpang dihentikan lebih dulu. Lalu dicarikan alternatifnya.

“Rute-rute yang miskin atau maksudnya yang kita rugi jangan ya kita dimainkan dulu . misalnya direct flightJakarta ke London itu kita bisa rugi berapa juta dolar per bulan. Sekarang dipotong oleh garuda re-route dia menuju Istambul baru ke London. Air Asia sudah cukup, Air Asia sudah masuk kita beri rute yang gemuk dan perintis,” tukasnya.

4. Belum semua masyarakat rasakan tiket murah

Perlu dipahami, tidak semua masyarakat bisa menikmati tarif tiket murah. Seperti diketahui sebelumnya, bahwa maskapai hanya mengalokasikan 30 persen kursi untuk dijual dengan tarif murah.

Apabila tarif tiket pesawat murah yang dicari sudah tidak ada pada Selasa, Kamis maupun Sabtu, maka kuota yang telah diberikan telah habis.

Oleh karena itu, penting bagi para calon penumpang yang ingin menikmati tiket pesawat murah untuk melakukan pembelian jauh-jauh hari. Hal itu juga perlu diiringi dengan perencanaan perjalanan yang matang.


5. Penumpang pesawat anjlok beberapa bulan terakhir

Sudah beberapa bulan terakhir tarif tiket pesawat mahal bikin para perantau menunda untuk melepas rindu dengan orang tersayangnya. Begitu pun dengan mereka yang menunda waktu berliburnya karena terganjal oleh tiket pesawat yang mahal.

Hal itu bukan isapan jempol. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode Januari-April 2019, jumlah penumpang pesawat mencapai 24 juta orang. Angka ini anjlok 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, para penumpang pesawat sudah tak perlu risau lagi. Kini sudah saatnya bagi para perantau maupun mereka yang ingin berlibur untuk menuntaskan tujuannya yang tertunda, yakni berlibur dan melepas rindu.

(samosie/sumber: idntimes.com).

loading...