Angkasa Pura 2

Berkapasitas 290 Penumpang & 50 Kendaraan, KMP Amarisa Pendatang Baru di Lintas Merak-Bakauheni

DermagaSabtu, 13 Juli 2019
KMP-Amarisa-milik-PT-Surya-Timur-Lines-melakukan-uji-sandar-di-dermaga-tiga-pelabuhan-Bakauheni-Lampung

LAMPUNG (BeritaTrans.com) – Kedatangan satu unit kapal baru, KMP Amarisa, menambah jumlah kapal di lintas penyeberangan Bakauheni-Merak.

Kehadiran kapal baru milik operator pelayaran PT Trisumajalines ini akan ikut memperlancar transportasi barang, jasa dan penumpang antara pulau Jawa dan Sumatra. Kapal baru tersebut telah melakukan proses uji sandar di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni.

Warsa, Kepala Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) cabang Bakauheni, menyebut, kapal tersebut menjadi kapal ke-69. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 88/2014 Tentang Pengaturan Ukuran Kapal di Lintas Bakauheni Merak, kapal harus memiliki bobot lebih dari 5.000 Gross Ton (GT).

Kapal Amarisa, yang didominasi warna biru tersebut, berkapasitas penumpang 290 orang, kendaraan 56 unit. Kapal ini menggantikan KMP Shalem.

Selain KMP Amarisa, kapal yang dimiliki perusahaan tersebut ,yakni KMP Rishel, memiliki GT 6.747 dengan kapasitas penumpang 385 orang dan 105 unit kendaraan. Kapal ketiga yang dimiliki dengan ukuran besar, yakni KMP Zoey dengan GT 6.886 dengan kapasitas 478 penumpang dan 100 unit kendaraan.

Menurutnya, sejumlah operator kapal sejak 2014 hingga 2019, mulai melakukan penggantian kapal ukuran kecil. Sebagian kapal yang masih bisa di-upgrade ukuran membuat operator tidak harus membeli kapal baru. Sebaliknya, sejumlah operator kapal di lintas Bakauheni Merak harus mengalihkan kapal ukuran kecil ke lintasan lain.

KMP Amarisa berukuran lebih dari 5.000 GT, kapasitas ratusan penumpang dan kendaraan dibuat untuk bisa bersandar di dermaga tiga.

“Makin banyak kapal diharapkan bisa mengimbangi terkoneksinya Jalan Tol Trans Sumatra yang pada Agustus akan tersambung antara Lampung hingga Sumatra Selatan,” ungkap Warsa, Jumat (12/7/2019).

Menurut Warsa, kebutuhan kapal-kapal besar menyesuikan kebutuhan pengguna jasa. Selain keberadaan tol Sumatra, keberadaan terminal eksekutif ikut mendorong pertumbuhan transportasi laut.

Mahalnya harga tiket pesawat, diakuinya ikut mendorong pertumbuhan sektor transportasi laut. Sehingga, bertambahnya kapal bisa melayani pengguna jasa, dan 6 dermaga di pelabuhan Bakauheni.

Sesuai dengan moratorium yang diminta sejumlah operator kapal, sejumlah kapal yang sudah ada bisa diganti dengan kapal baru. Sebelumnya, Warsa menyebut ada 73 kapal roll on roll off (Roro) di lintas Selat Sunda. Namun akibat sebagian kapal ditarik ke lintasan lain, sebagian rusak dan sebagian diganti kapal baru, maka hingga Juli rute Bakauheni-Merak dilayani 69 kapal.

Kehadiran kapal baru, sebut Warsa, sekaligus bisa berdampak positif bagi operator kapal. Sebab, setiap kapal akan berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Meski demikian, khusus untuk pangsa pasar kapal dengan waktu tempuh 1 jam masih dimiliki PT ASDP, yang mengoperasikan 4 kapal eksekutif. Sisanya, sebanyak 65 kapal dioperasikan di 5 dermaga reguler yang dimiliki oleh perusahaan swasta.

“Makin beragam jenis kapal menjadi tantangan operator memberikan layanan selama pelayaran,” cetus Warsa.

Sejumlah kapal yang masih melayani di 5 dermaga reguler, kata Warsa, masih mengikuti jadwal dan waktu perjalanan selama 2,5 jam. Keberadaan kapal-kapal besar, sekaligus mengatasi hambatan akibat kondisi cuaca buruk.

Sebab, sebelumnya pelayaran kapal kerap ditunda atau mengalami gangguan akibat ukuran kapal kecil. Melalui penyediaan kapal ukuran besar, saat cuaca tidak bersahabat kapal masih bisa melayani pengguna jasa.

(haryono/sumber: cendananews.com/foto: Henk Widi).

loading...