Angkasa Pura 2

Pemkot Bogor: Terminal Baranangsiang jadi Stasiun Terakhir LRT

EmplasemenSabtu, 13 Juli 2019
images (16)

BOGOR (BeritaTrans.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pastikan lokasi stasiun akhir Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek ditempatkan di terminal Baranangsiang, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan, lokasi itu sesuai dengan peraturan presiden (Perpres) nomor 49 tahun 2017 yang menentukan, kawasan itu menjadi lokasi strategis untuk stasiun terkahir LRT Jabodebek.

“Berdasarkan Perpres 49/2017. (saat ini) sedang dikaji tim gabungan Kementerian Perhubungan dan Kereta Api Indonesia,” kata Dedie A Rachim, Jumat (12/7/2019).

Dia pun berharap semoga tidak ada perubahan untuk pemilihan lokasi akhir LRT Jabodebek. Kalau pun nantinya ada pilihan lokasi lain, misalnya Tanah Baru yang ada di wilayah utara Kota Bogor, ia menilai masih kurang strategis.

“Harusnya (tetap di Baranangsiang),” ujarnya.

Lanjut kata dia, sebelumnya di Bogor Utara, sempat ada usulan pembangunan stasiun Sukaresmi yang diharapkan mengurai kepadatan di Stasiun Bogor.

Posisi Tanah Baru dengan Sukaresmi relatif dekat untuk dihubungkan moda transportasi lain, namun secara teknis masih belum bisa ditindaklanjuti.

Kedua, ada keinginan agar wilayah Bogor Utara dapat dijadikan Sentra Bisnis baru yang modern. Namun harus dikaji kesiapan dukungan infrastrukturnya.

Namun demikian, lanjut Dedie, bila Terminal Baranangsiang tetap dipilih sebagai lokasi terkahir LRT, maka perlu dipikirkan menyangkut layanan transportasinya.

Pemkot mengusulkan alternatif saat proses pembangunan terminal Baranangsiang dengan tidak melakukan pemindahan terminal tapi pendistribusian trayek atau adanya kendaraan pengumpan (feeder).

Misalnya, ia mencontohkan, untuk trayek melayani Bogor – BSD – Ciputat – Parung – Jakarta Selatan dipindahkan ke terminal Bubulak. Sementara untuk trayek Bogor – Cicurug – Cibadak- Sukabumi digeser ke Ciawi.

Sedangkan untuk yang Kota Bogor, tetap melayani yang sekarang ini, Bogor – Jakarta, Bogor – Bandung dan lainnya.

Ia juga menambahkan, proyek LRT ini erat kaitannya dengan program rerouting angkutan perkotaan. Oleh karena itu, Pemkot akan menyelaraskan program tersebut dengan pelaksanaan pembangunan LRT di Kota Bogor.

“Ya, ini ada kaitan, rerouting dan LRT, karena jika kita lakukan rerouting salah, berdampak kepada proses yang akan dilaksanakan ini. Kita akan bahas dulu setelah urusan LRT beres,” ucapnya. (dan/beritasatu.com/Foto: beritasatu.com)

loading...