Angkasa Pura 2

Angkasa Pura I-BPKP Teken Kerja Sama Wujudkan Praktik Bisnis yang Bersih

BandaraSenin, 15 Juli 2019
IMG_20190715_111512

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura I (Persero) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk wujudkan praktik bisnis yang bersih.

Nota kesepahaman ini terkait kerja sama Penyelesaian Hambatan Kelancaran Pembangunan & Peningkatan Kapabilitas Keinvestigasian PT Angkasa Pura I (Persero) dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Iswan Elmi di Jakarta, Senin (15/7/2019).

“Melalui penandanganan kerja sama ini diharapkan dapat lebih meningkatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, bersih, efektif dan terpercaya termasuk pencegahan fraud di tengah upaya kami yang sedang melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan bandara,” ujar Faik.

Menurut dia, upaya ini dilakukan bersamaan dengan rencana percepatan dan keamanan yang intinya adalah pengawalan dari BPKP.

“Prinsipnya kami ingin laksanakan proyek dengan cepat sesuai harapan pemerintah dan aman karena ada pendampingan proses,” ujarnya.

Adapun lingkup nota kesepahaman antara Angkasa Pura I dengan BPKP ini meliputi:

1. Pemberian bantuan pelaksanaan penyelesaian hambatan kelancaran pembangunan yang tidak terbatas pada hal-hal seperti audit investigatif, audit perhitungan kerugian keuangan, fraud risk management, penyusunan dan implementasi fraud control, asset tracing, digital forensic, audit klaim, evaluasi hambatan kelancaran pembangunan, anti bribery management system, dan kegiatan keinvestigasian lainnya.

2. Pelaksanan kerja sama peningkatan kompetensi keinvestigasian dengan pemberian transfer of knowledge di bidang investigasi dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis, workshop dan kegiatan lainnya yang dapat mengakomodir peningkatan kapabilitas pencegahan korupsi.

“Kami sangat mengapresiasi terjalinnya kerja sama dengan Angkasa Pura I. Ini akan memberikan keyakinan bahwa risiko yang muncul dari setiap aktivitas bisnis Angkasa Pura I sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah cukup dimitigasi dan diharapkan memiliki akuntabilitas yang baik,” uja Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Iswan. (omy)

loading...