Angkasa Pura 2

Rusak Mesin Jadi Penyebab Kapal MV Soul of Luck Tabrak Crane di Semarang, Kerugian Capai Rp60 Miliar

DermagaSenin, 15 Juli 2019
Container-Crane-TPK-Semarang-Roboh-150719-ast-2_1

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Rusak mesin menjadi penyebab Kapal MV Soul of Luck tak dapat dikendalikan, sehingga menabrak crane Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Doso Agung mengungkapkan, kecelakaan yang terjadi pada Minggu (14/7/2019) sore itu disebabkan mesin kapal mengalami kerusakan saat merapat ke dermaga pelabuhan.

Dia menyatakan bahwa kapal MV Soul of Luck saat masuk belum menemui masalah.

images (24)

images (25)

“Ketika hendak merapat ke dermaga tiba-tiba mesin tidak bisa dikendalikan walaupun kita sudah menggunakan kapal kecil untuk menahan laju kapal MV. Soul Od Luck,” beber Doso saat memberi keterangan pers di Kantor Pelindo III Semarang, Senin (15/7/2019).

Kerugian Rp60 Miliar

Dia menyebutkan bahwa kerugian akibat container crane roboh mencapai Rp60 miliar.

“Kerugian peristiwa kemarin ditaksir Rp60 miliar, termasuk akibat berhentinya kegiatan operasi bongkar muat,” ujarnya.

Dia merinci, kerugian terdiri atas kerusakan crane yang roboh, 14 kontainer yang sedang mengantri bongkar muat dan tiga truk yang berada di lokasi kejadian.

“Dampak dari kejadian Minggu sore itu, aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas sempat berhenti selama kurang lebih 3 jam. Namun setelah itu bisa beroperasi lagi,” ungkapnya.

Pihaknya memperkirakan nilai kerugian tersebut bisa bertambah, karena pemilik kapal yang sempat tertabrak MV Soul of Luck ketika kejadian belum mengajukan klaim ganti rugi.

000845200_1563157910-WhatsApp_Image_2019-07-14_at_22.00.22__1_

“Seluruh kerugian akibat robohnya container crane akan ditanggung oleh asuransi. Termasuk komoditas di dalam kontiner yang tertimpa crane hingga rusak,” tegasnya.

Pengaruhi bongkar muat

Container crane yang roboh tersebut merupakan satu dari tujuh alat pengangkat kontainer yang beroperasi di terminal peti kemas Semarang.

Menurut dia, ketiadaan salah satu crane tersebut akan mengakibatkan penurunan kinerja pelabuhan peti kemas sekitar 15 persen.

“Kalau sebelumnya aktivitas bongkar muat bisa 30 kontainer per jam, nantinya akan turun jadi 23 hingga 24 kontainer per jam,” katanya. Oleh karena itu, kata dia, sejumlah upaya akan dilakukan.

Ia menjelaskan salah satu container crane di terminal domestik akan dipindah untuk menggantikan crane yang roboh itu. “Butuh waktu sekitar 2 minggu untuk relokasi,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, juga dimungkinkan mengubah “clossing time” aktivitas bongkar muat peti kemas agar tidak mengganggu waktu operasional.

Meski memengaruhi kinerja terminal peti kemas, ia menjamin tidak akan terjadi penundaan keberangkatan kapal pengangkut peti kemas dari Pelabuhan Semarang ini.

“Tidak akan terjadi keterlambatan. Keterlambatan tidak akan sampai hitungan hari, tapi hanya beberapa jam saja,” katanya.

Crane akan dipotong

Doso Agung mengungkapkan rencananya dalam empat sampai lima hari mendatang akan segera melakukan evakuasi dengan cara memotong bagian crene yang ambruk

“Nanti kita lihat dulu mulai dipotong dari mana crane yang ambruk tersebut. Kita prediksikan empat sampai lima hari selesai. Selama evakuasi tidak akan menganggu aktifitas bongkar muat,” ungkap Doso. (omy).

loading...