Angkasa Pura 2

Aroma Kopi Dinodok Bius Wisatawan di Festival Pesona Bunaken 2019

DestinasiKamis, 18 Juli 2019

IMG-20190717-WA0274
MANADO (beritatrans.com) – Semerbak aroma Kopi Dinodok Desa Bilalang I, menyebar di lokasi pelaksanaan Festival Pesona Bunaken 2019. Aromanya begitu memikat menarik minat pengunjung yang penasaran ingin merasakan nikmatnya kopi tersebut, Rabu (17/7).

Usai pembukaan festival, stand pun langsung diserbu pengunjung. Menurut Menurut Ketua Tim Kurator Calendar of Event (CoE) Kemenpar, Don Kardono, selain budaya dan alamnya, kuliner menjadi andalan Sulawesi Utara (Sulut) untuk menjaring wisatawan.

“Apalagi kopi yang merupakan salah satu komoditas kuliner Indonesia yang sangat kaya. Masing-masing daerah memiliki citarasa kopi yang khas dan memikat. Seperti halnya kopi Dinodok ini yang hadir dalam Pameran Produk Unggulan Daerah di Manado Town Square ini,” kata Don , Rabu (17/7).

Nikmatnya kopi robusta ala kopi Dinodok pun membuat Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw berhenti untuk mencicipinya. Kopi Dinodok sendiri meruoakan hasil unggulan dari Kotamobagu Sulut. Kopi ini kini semakin gencar di promosikan sebagai produk unggulan dari Kota Kotamobagu.

Produk Kopi Dinodok juga telah mendapatkan Sertifikat Pertanian Organik (Indonesian Organik Farming Certificasion) dari INOFICE yang telah menetapkan Pertanian Organik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun 2013.

Soal rasa kopi Dinodok suadah pasti nikmat. Rasanya klop sambil merasakan hangatnya berwisata di Sulut. Proses pengelolaan kopi tersebut pun sudah menggunakan peralatan modern.

Terpisah Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuty mengatakan Festival Pesona Bunaken memang bertujuan mengangkat berbagai potensi Sulut. Bukan saja wisatanya, tetapi juga berbagai produk pendukung lainnya. 

“Bahkan pameran ini pun diikuti oleh berbagai daerah lainnya di Luar Sulut. Dari mulai DKI Jakarta, Kabupaten Malang, Papua Barat dan lainnya. Ini yang kita inginkan. Bahwa pariwisata menjadi motor perkembangan UMKM daerah,” ujar Esthy.

Bagi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani, event seperti ini memang harus dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi daerah. Apalagi Festival Pesona Bunaken masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar. 

“Dengan masuk dalam CoE Kemenpar maka publikasinya akan semakin luas. Tentunya ini sangat baik untuk mengangkat berbagai potensi yang ada di Sulut. Ini juga semakin mengangkat wisata belanja Sulut,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan event wisata adalah momen tepat untuk mengenalkan seluruh potensi daerah. Baik itu potensi budaya, seni, kerajinan hingga kuliner. Selain itu menjadi rotor penggerak perekonomian, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Direct impact-nya UMKM dapat memasarkan produknya di acara tersebut, termasuk juga para pedagang kecil yang ikut meramaikan acara. Sedangkan indirect impact-nya promosi produk-produk tersebut semakin dikenal luas dan ini berdampak promosi pariwisatanya. Atraksi wisata itu yang penting di-create serius, promosinya juga serius. Dan yang pasti harus melibatkan masyarakat,” kata Menpar AY.(Alma)

loading...