Angkasa Pura 2

Dishub Kab. Bandung: Angkutan Umum Rute Majalaya-Paseh Gratis

KoridorKamis, 18 Juli 2019
190717165835-dishu

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung gratiskan angkutan umum (angkot) rute Majalaya-Paseh Kecamatan Ibun, Rabu (17/7/2019).

Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa mengatakan, memberikan pelayanan gratis angkutan umum di tiga trayek di Kabupaten Bandung itu, setelah sebelumnya ada aspirasi dari masyarakat melalui musrenbang.

“Sebelumnya, ada keinginan dari masyarakat kepada pemerintah untuk memfasilitasi trayek gratis angkutan umum. Hari ini (Rabu, red) dilaksanakan di Majalaya, kemarin (Selasa) di Cicalengka,” kata Zeis dilansir dari galamedianews.com di Terminal Majalaya, Kabupaten Bandung.

Disinggung tentang pertumbuhan kendaraan pribadi roda dua dan roda empat di Kabupaten Bandung, Zeis mengungkapkan, khususnya pertumbuhan kendaraan roda dua sangat pesat dan luar biasa penambahannya, terutama di kota-kita besar.

“Penggunaan roda dua meningkat pesat, termasuk kepemilikan roda dua sama mengalami peningkatan,” kata Zeis.

Ia mengatakan, ada peningkatan penggunaan maupun kepemilikan roda dua tersebut, turut berkontribusi pada kemacetan kendaraan di jalan raya.

“Melihat kondisi itu, kita coba dorong melalui program buy the service naik angkot sabilulungan aman tur enjoy,” ujar Zeis.

Melalui program yang digulirkan Dishub itu, Zeis berharap dapat mendorong dan meningkatkan pendapatan pengusaha jasa angkutan umum dalam menjalankan usahanya.

Zeis menyebutkan, pada fenomena saat ini, masyarakat yang melakukan perjalanan atau aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan tak lepas dari penggunaan kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.

“Namun dalam melakukan aktivitas itu, masyarakat sekarang ini dalam berkendara lebih memilih faktor kenyamanan, keamanan, biaya yang terjangkau dan terintegrasi dengan akses angkutan lainnya,” tuturnya.

Seharusnya, imbuh Zeis, untuk mengurangi kemacetan, masyarakat bisa menggunakan angkutan umum massal. Mengingat saat ini, penyebab kemacetan selain karena pesatnya peningkatan jumlah kendaraan juga kapasitas jalan yang tak memadai dan tak sebanding dengan jumlah kendaraan.

Ia pun mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah pun belum memenuhi keinginan masyarakat terkait dengan pengadaan angkutan umum massal dengan kapasitas besar. Sehingga banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.

Zeis pun mengungkapkan, akumulasi kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat yang menjadi penyebab kemacetan menjadi tantangan kedepan. Meningkatnya kendaraan pribadi, katanya, bisa menimbulkan pengendara tidak disiplin dan rawan kecelakaan.

“Dishub akan berusaha untuk mendorong masyarakat di Kabupaten Bandung menggunakan angkutan umum. Untuk itu, masyarakat yang menggunakan kendaraan umum dapat terpenuhi rasa aman, nyaman, terjangkau dan terintegrasi dengan jalur lainnya. Upaya-upaya kita, di antaranya melalui buy the service ini,” ungkapnya.(dan/galamedianews.com/Foto:galamrdianews.com)

loading...