Angkasa Pura 2

7 Bocah Gantian Jaga Pintu Perlintasan Kereta di Pariaman Tengah

EmplasemenJumat, 19 Juli 2019
medium_53_20190718_115732

PARIAMAN (BeritaTrans.com) – Tujuh orang bocah warga Dusun Subarang Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah, Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat, rela berkorban untuk jadi penjaga perlintasan rel tanpa palang jelang kereta api datang melewati perlintasan tersebut.

Hal itu mereka lakukan karena sudah sering terjadi kecelakaan di perlintasan tanpa palang tersebut yang mengakibatkan adanya korban jiwa.

Oleh karena itu warga Dusun Subarang melakukan swadaya guna membangun pos penjagaan untuk tempat warga berteduh dikala menanti kereta datang melintasi rel tersebut.

Yoga, bersama teman-temannya sepulang dari sekolah jika tidak ada pekerjaan rumah yang dilakukan dan mempunyai waktu yang luang, mereka sering berkumpul di posko yang telah disediakan oleh pemuda setempat untuk tempat berjaga-jaga menunggu kereta api yang akan datang melintasi lokasi itu.

“Semua yang kami lakukan ini adalah atas inisiatif bersama dengan teman-teman dan juga pemuda serta warga sekitar, karena disini sering terjadi kecelakaan dan terakhir kecelakaan maut terjadi bulan puasa yang lalu yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” ujar siswa SMP ini.

Hendri yang sebaya dengan Yoga juga mengatakan bahwa mereka tidak ingin ada lagi korban yang jatuh akibat kecelakaan kereta api di perlintasan yang tidak berpalang itu, dan pekerjaan ini mulai mereka lakukan setelah kecelakaan terakhir terjadi dengan alasan yang mulia yaitu ingin menjaga keselamatan orang banyak yang lewat di perlintasan itu.

Warga sekitar mensuport apa yang dilakukan anak-anak ini, mereka merasa bangga bahwa anak-anak mereka mempunyai kepedulian untuk menjaga keselamatan orang lain dan warga sekitar.

Sumiarti warga dusun subarang mengatakan kegiatan mulia ini bukan hanya dilakukan oleh anak-anak dikala senggang mereka tetapi juga dilakukan oleh pemuda dan warga sekitar yang mempunyai waktu untuk bergantian menjaga perlintasan kereta api tersebut.

Beliau berharap semoga apa yang dilakukan oleh anak-anak, pemuda, dan warga sekitar tidak berhenti hanya sampai disini saja tapi bisa secara terus menerus dilakukan demi menyelamatkan nyawa banyak orang yang lewat disana, dan apa yang mereka lakukan mendapatkan balasan pahala yang setimpal.

(tifa/sukber dan foto: minangkabaunews.com).

loading...