Angkasa Pura 2

Tol Tanggul Laut Dibangun Sepanjang Bekasi-Banten

KoridorJumat, 19 Juli 2019
567ec9ab-3e32-4080-9024-6a58e883b317_169

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengkaji pembangunan tanggul laut di perairan utara Jakarta. Tanggul laut tersebut direncanakan berupa tol yang menghubungkan wilayah Banten dan Bekasi.

“Dari dinamikanya dalam pembangunan mungkin bukan tanggul, tapi tol. Tol yang nantinya apabila diperlukan nanti akan menjadi tanggul laut,” ungkap Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Hari Suprayogi.

Ia menegaskan, bentuk fisik yang direncanakan dari pembangunan tol tersebut berupa jembatan. Nantinya, tol ini juga berfungsi sebagai tanggul laut.

“Tol itu menghubungkan Bekasi sampai ke Banten,” imbuh Hari.

Wacana membuat tol di atas perairan utara Jakarta ini tidak lepas dari review yang dilakukan terhadap masterplan rancangan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait rencana National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Dalam review ini, Kementerian PUPR melibatkan berbagai pihak.

Secara konkret, Kementerian PUPR telah sepakat dengan Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda (MIW) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Para pihak sudah sepakat untuk melanjutkan Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau NCICD Tahap II. Pihak Belanda dan Korea Selatan dalam hal ini berperan memberi bantuan pendanaan untuk kajian yang dilakukan.

“Kalau kita bicara NCICD itu kan Kementerian PUPR dalam hal ini Ditjen SDA kan sedang melaksanakan yang namanya, dengan bantuan dari Korea dan Belanda itu,” ungkapnya, Jumat (12/7/2019).

kerja sama ini dibutuhkan oleh Indonesia. Tak lain tujuannya adalah demi mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta yang mencapai hampir 12 cm per tahun.

Pihak Kementerian PUPR sebelumnya memperkirakan proses pembangunan tanggul laut ini selesai 30 tahun ke depan, sebagai program penanganan turunnya permukaan air tanah di Jakarta, agar Jakarta tak tenggelam di masa depan.

Libarkan Belanda, Korsel dan Jepang

Sementara itu, Staf Khusus Menteri PUPR Bidang SDA, Firdaus Ali, mengatakan bahwa memang saat ini pembangunan tanggul laut itu masih pada tahap perencanaan. Kendati demikian, Kementerian PUPR sudah menyiapkan desain tanggul yang akan dibangun di perairan utara Jakarta ini dengan harus melakukan reklamasi untuk pembangunan tanggul yang di atasnya ada tol hingga kereta.

“[Desainnya] sudah ada, tapi kan harus disempurnakan,” ungkap Firdaus Ali kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Penyempurnaan itu meliputi kemungkinan pelebaran tanggul dari desain semula. Selain itu, dia menyebut bahwa tanggul laut ini akan berfungsi sebagai tanggul terpadu.

“Terintegrasi nanti ada tol, kereta api, kawasan pantai, kawasan nelayan, dan water front city,” bebernya.

Proyek ini digarap melibatkan Belanda, Korea Selatan, dan Jepang. Hanya saja, secara konkret dia tidak menjelaskan peran masing-masing pihak dalam proyek ini.

“Belanda, Korea, Jepang juga ikut terlibat ya. Mereka akan mengalokasikan sumber daya membantu pemerintah Indonesia khususnya Kementerian PUPR dalam hal memformulasikan hal-hal yang lebih detail terkait masalah teknis, pembiayaan, lingkungan, sosial, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

loading...