Angkasa Pura 2

Dinilai Beri Kontribusi Besar, Wajar Pemerintah Buatkan Regulasi Angkutan Online

KoridorSelasa, 23 Juli 2019
IMG-20190723-WA0040

IMG-20190723-WA0044

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Besarnya kontribusi yang diberikan oleh angkutan online yang dihasilkan dari keuntungan ekonomi digital baik untuk konsumen, mitra, maupun kondisi transportasi nasional wajar saja bila Pemerintah mengatur ojek online dan taksi online melalui regulasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi dalam Diskusi Publik Manfaat Ekonomi Digital yang diadakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) serta Tenggara Strategics di Fairmont Hotel Jakarta, Selasa (23/7/2019).

“Perlu diatur karena payung hukum yang ada yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan belum diatur secara spesifik, terutama tentang penggunaan sepeda motor sebagai angkutan umum. Oleh karena itu hadir PM 12/2019 dan PM 118/2018,” ujar Budi.

Peraturan Menteri No. 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 118 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

Sepeda motor yang digunakan dengan konsep ride sharing ini, menurutnya bila tidak diatur maka yang dikhawatirkan perlindungan terhadap pengemudi sekaligus penumpangnya.

“Bagaimana juga nasib kemitraannya? Karena dalam aturan yang dibuat ini (PM 12/2019) membahas segala aspek mulai dari keselamatan, suspend, biaya jasa, kemitraan,” ungkapnya.

Sementara itu mengenai Angkutan Sewa Khusus atau yang akrab disebut taksi online, Budi menjabarkan bahwa harus ada pengawasan serta perlindungan yang legal bagi masyarakat.

“Kita juga memikirkan sustainability taksi online, ojek online, maupun taksi yang eksisting, juga angkutan umum. Sekarang PM 118/2018 sedang berjalan dan sangat kondusif. Apa saja yangvdiatur dalam regulasi tersebut? Ada lima poin yaitu keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, dan ketertiban,” urainya

Dalam diskusi publik hari ini dipaparkan hasil penelitian CSIS dan Tenggara Strategics bahwa dari sektor transportasi online khususnya Grab telah memberikan kontribusi ekonomi sebesar Rp46,14 triliun berupa surplus konsumen di wilayah Jabodetabek.

Dari hasil penelitian tersebut, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyadi Suparno menyatakan bahwa hasil studi tersebut menunjukkan bahwa manfaat yang dihasilkan oleh perusahaan teknologi jauh lebih besar dari yang disangka, baik untuk konsumen dan mitra. (omy)

loading...