Angkasa Pura 2

Soal Diskon Tiket Pesawat Full Seminggu, Menhub: Telah Diusulkan ke Maskapai

KokpitSelasa, 23 Juli 2019
6232019162727

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah telah menyampaikan tetnang ide memberlakukan diskon tiket pesawat selama full seminggu.

Selama ini sejak 11 Juli 2019, tarif diskon 50% pesawat LCC hanya berlaku dari pukul 10.00-14.00 setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Wacana tersebut telah dibawa ke rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Para maskapai penerbangan pun sudah mendengar langsung ihwal rencana tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di kompleks kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

“Kemarin kita sama-sama ngomong dan mereka setuju. Dari Kementerian BUMN, operator setuju. Jadi ini adalah ide,” kata Budi Karya.

Budi mengaku pemerintah membutuhkan waktu minimal satu bulan untuk memformulasikan rencana ini. Pasalnya, ada kemungkinan skema diskon yang diterapkan akan berbeda.

Saat ini, maskapai diwajibkan untuk memberikan diskon tarif 50% dari tarif batas atas (TBA) untuk penerbangan pada rute dan waktu tertentu (happy hour) untuk maskapai berbiaya murah (LCC).

Diskon berlaku pada jadwal penerbangan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10:00 – 14:00 WIB, waktu setempat. Ada kemungkinan, skema tersebut berubah untuk rencana ini.

“Itu nanti ditentukan,” kata mantan Direktur Utama AP II itu.

Meski demikian, para pengusaha pun meminta ‘imbalan’ apabila rencana untuk menerapkan diskon tiket pesawat selama satu minggu penuh. Salah satunya, seperti insentif fiskal.

Rusdi Kirana: Hanya sementara

Seebelumnya CEO Lion Air Group Rusdi Kirana di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin (22/7), mengemukakan kebijakan diskon 50 persen dari TBA setiap Selasa, Kamis dan Sabtu untuk waktu keberangkatan pukul 10.00-14.00 bersifat sementara. Para pemangku kepentingan mendengarkan masukan dari masyarakat agar tiket pesawat murah dijual secara merata.

“Tidak mungkin selamanya hanya seminggu tiga kali,” kata Rusdi.

Maskapai penerbangan Lion Air mengaku telah menurunkan harga tiket penerbangan domestik di jadwal-jadwal tertentu sesuai arahan pemerintah.

Rusdi Kirana mengatakan selama ini pihaknya sudah memberikan diskon di hari Selasa, Kamis, Sabtu pukul 10.00-14.00, namun besarannya masih 30 persen atau lebih kecil dibandingkan imbauan pemerintah sebesar 50 persen dari tarif batas atas (TBA) LCC.

“Kami sudah turun sebenarnya, tapi mereka minta lebih turun lagi. Kami turunnya 30 persen untuk 30 persen kapasitas kursi,” ujarnya Rusdi.

Rusdi mengakui pihaknya belum menerapkan diskon 50 persen yang dijanjikan sejak 11 Juli 2019. Alasannya, maskapai berlogo singa merah itu masih melakukan penyesuaian pada sistem reservasinya. Duta Besar RI untuk Malaysia ini menjanjikan menurunkan tarif tiket sebesar 50 persen pada Rabu (24/7) mendatang.

“Rabu ini. Memang kita mintanya Rabu ini, kan. Sistemnya harus disesuaikan,” ujarnya.

Rusdi juga buka suara soal laporan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) terkait dugaan maladministrasi regulasi tiket pesawat ke Ombusman RI.

INACA melaporkan Kemenhub atas keputusannya tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Dalam aturan itu, maskapai penerbangan diminta menurunkan tarif batas atasnya sebesar 12 sampai 16 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta semua pihak untuk mencari solusi bersama terkait permasalahan tarif tiket pesawat. “Nanti kita lihat. Tapi intinya, kita jangan berkelahi dengan masalah. Kita mencari solusi,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (16/7).