Angkasa Pura 2

Sriwijaya Air Batal Terbang dari Manokwari, Penumpang Diinapkan di Hotel

KokpitThursday, 25 July 2019

MANOKWARI (BeritaTrans.com) – Pesawat milik Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air kembali mengalami masalah di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/7/2019).

Belum ada keterangan resmi dari maskapai terkait gangguan yang dialami pesawat rute Manokwari-Sorong tersebut. Akibat kejadian ini para penumpang terpaksa menunda jadwal penerbangan mereka hingga Jumat (26/7).

“Sesuai jadwal seharusnya pesawat terbang pagi pukul 06:20. Tapi sampai sore ini tidak bisa terbang dan kami dicarikan hotel untuk menginap semalam lagi di Manokwari,” kata Yosep Titirloloby, salah satu penumpang di Bandara Manokwari, Kamis.

Yosep maupun penumpang lainya, tidak mengetahui perihal kerusakan pesawat dengan nomor penerbangan SJ571 tersebut. Pihak maskapai hanya memberitahukan bahwa pesawat membutuhkan perbaikan.

“Tadi kami check in pukul 04.30 pagi. Lalu masuk pesawat jam pukul 06.00. sekitar pukul 06:40 seluruh penumpang diminta turun lagi dan maskapai meminta waktu dua jam untuk melakukan perbaikan,” kata dia lagi.

Setelah dua jam berlalu, lanjut Yosep, petugas kembali memberikan informasi penundaan penerbangan karena cuaca di Sorong tidak bagus.

“Sebaiknya maskapai jujur sama penumpang jika memang terjadi kerusakan,” kata pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Akibat penundaan jadwal penerbangan ini, para penumpang diberikan kompensasi berupa uang sebesar Rp.300 ribu per orang juga makan siang.

Sekitar dua pekan lalu, yakni Selasa (9/7) gangguan juga terjadi pada pesawat milik Maskapai Sriwijaya Air di Bandara Rendani Manokwari. Saat itu kerusakan terjadi pada pesawat Sriwijaya Air PKC5C tujuan Makassar.

Branch Manager Sriwijaya Air Cabang Manokwari, I Gusti Ngurah Putu Chrisna P saat itu menjelaskan, pesawat tersebut mengalami masalah pada sayap. Setelah dilakukan perbaikan, gangguan kembali terjadi pada sistem kelistrikan.

“Kelistrikan mengalami drop, bukan mesin (engine) mati, tapi kelistrikannya saja yang terjadi penurunan sehingga AC dalam pesawat tidak berfungsi secara baik. Drone power unitnya juga turun, sehingga tadi dibuka, kita bongkar untuk dilakukan perbaikan seluruh sistem kelistrikannya,” kata Chrisna kala itu.

Setelah perbaikan selesai dan semua sistem dipastikan berfungsi secara baik, pesawat pun akhirnya dapat diterbangkan pada Rabu (10/7) sekitar pukul 11.45 WIT menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Seperti halnya pada kejadian sebelumnya, kerusakan pada Kamis (25/7) terjadi saat pesawat masih berada di area parkir Bandara Rendani Manokwari.

“Sesuai informasi dari maskapai, kami akan diberangkatkan besok pagi. Entah dengan pesawat yang sama atau pesawat lain,” kata Yosep.

Pernah tergelincir di Manokwari

IMG-20170531-WA0001-553x400

Di Bandara Manokwari, sebelumnya pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-300 PK-CJC dari Sorong-Manokwari terpeleset saat mendarat pada Rabu (31/5/2017) pukul 8.51 WIT.

Dari informasi yang diterima BeritaTrans.com, pesawat membawa 146 penumpang dengan enam kru dan dipiloti Capt. Dedi H.

Saat mendarat kondisi landasan basah karena hujan lebat dengan visibility enam kilometer.

Saat mendarat normal, namun pesawat selanjutnya meluncur ke luar landasan pacu.

Tidak ada korban jiwa dan saat ini pesawat sedang dalam penanganan pihak bandara.

Sebelumnya tergelincir di Kendari

007079900_1563633548-IMG-20190720-WA0160-553x373

Sebelumnya pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ594 tergelincir keluar landasan di Bandara Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Penumpang pun panik.

Saat kejadian pada Sabtu (20/7) sore sekitar pukul 15.08 WITA, ada seratus penumpang lebih di dalam pesawat. Di antaranya 102 orang penumpang dewasa, 12 anak-anak dan 2 bayi.

Kepala Bandara Halu Oleo Kendari Safruddin mengatakan, pesawat terbang dari Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar dan mendarat di Kendari. Saat sudah berhasil landing, pesawat mengatur posisi untuk menurunkan penumpang.

Saat memutar di apron bandara, posisi pesawat Sriwijaya terlalu mundur ke belakang landasan. Sehingga, roda belakang pesawat tergelincir dan keluar landasan.

Akibatnya, ban pesawat kesulitan naik kembali ke badan landasan. Pesawat sempat tertinggal beberapa lama, sebelum akhirnya mobil evakuasi bandara datang.

Pihak Bandara Halu Oleo berusaha mengevakuasi pesawat dan penumpang. Penumpang diturunkan dari pesawat, bersama dengan bagasi.

Safruddin melanjutkan, evakuasi pesawat dan penumpang dilakukan karena pesawat mengalami kesulitan naik kembali ke landasan. Untuk mengurangi beban dan potensi kerusakan, pihaknya menurunkan bagasi penumpang.

“Kita hanya minimalisir potensi kerusakan, jadi kita bawa mobil untuk menarik balik pesawat,” ujar Safruddin, Minggu (20/7).

Dia melanjutkan, semalam sebelumnya, landasan Bandara Halu Oleo baru saja menjalani overlay. Sehingga, permukaan landasan mengalami perubahan ketinggian.

“Tidak ada masalah, ini dua pesawat lainnya selain Sriwijaya sudah landing dan take off di Bandara, Batik air dan Lion Air dari Jakarta sudah mendarat,” ujar Safruddin.

(omy/sumber dan foto: antaranews.com dan sumber lainnya).