Angkasa Pura 2

Lifthing Beam Dermaga II Pelabuhan Padang Bai Rusak, Truk Logistik Antre Panjang

DermagaKamis, 1 Agustus 2019
balipostcom_dermaga-pelabuhan-padangbai-diperbaiki-antrian-truk-mengular-hingga-pos-yeh-malet_01

KARANGASEM (BeritaTrans.com) – Dermaga II di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali mengalami kerusakan, sehingga hanya satu dermaga saja melayani kapal sandar.

Dampak lanjutan dari kerusakan itu truk antre panjang hingga dua kilometer. Bahkan, antrean sudah mengular hingga Pos Yeh Malet sampai jalan Prof. Ida Bagus Mantra di Kusamba, Rabu (31/7).

Sebagian besar komoditi yang dikirim melalui pelabuhan tradisional tersebut seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Kalau terlalu lama, dikhawatirkan sayur dan buah-buahannya rusak.

“Kalau kelamaaan antre dan tidak diseberangkan, sayur dan buah ini kan rentan rusak,” ungkapnya.

Selain memilih menunggu giliran melakukan penyeberangan, ada pula yang memilih memindahkan barang-barang yang diangkutnya ke sejumlah Pelabuhan Tradisional di Kusamba. Peningkatan arus barang dari Pelabuhan Tradisional di Kusamba sudah naik dua kali lipat sejak beberapa hari terakhir.

Sebagaimana penuturan Wayan Ana, petugas gudang Pelabuhan Monggalan, Kusamba, peningkatan aktivitas ini, membuat Pelabuhan Monggalan harus menyiapkan empat perahu/sampan, dari biasanya satu sampai dua perahu, agar seluruh barang kebutuhan pokok itu semuanya bisa terangkut.

Kepada Alvian, para sopir truk ini berharap situasi di Pelabuhan Padangbai segera dapat diatasi. Sebab, semakin lama Dermaga II bermasalah, maka kerugian yang mereka derita semakin besar.

Selain menyebabkan aktivitas penyeberangan barang melonjak di Pelabuhan Tribhuana, kerusakan Dermaga II di Pelabuhan Padang Bai juga menyebabkan antrean panjang, mulai dari wilayah Padang Bai di Karangasem hingga ke Jalan Bypass Ida Bagus Mantra Kusamba, Klungkung. Para sopir bahkan antre sejak Senin (30/7) malam.

Seperti yang diungkapkan Iqbal, sopir asal Kudus, Jawa Tengah. Ia mengaku membawa sembako dari Surabaya menuju Sumbawa. Namun mereka belum bisa menyeberangi laut, dan harus antre karena rusaknya Dermaga II Pelabuhan Gunaksa.

“Kalau antre seperti ini, biaya akomodasi selama di perjalanan jadi membengkak. Kami harus pakai biaya pribadi,” keluh Iqbal.

Supervisi Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Padang Bai, Faizal Arief Rahman, menjelaskan kerusakan lifthing beam di Dermaga II Pelabuhan Padang Bai rusak sejak Minggu (28/7) lalu. Pengelola tidak berani mengambil risiko, jika dipaksakan beroperasi. Pihaknya tengah menunggu manajemen dari Pelabuhan Lembar di Lombok terkait perbaikannya.

“Terganggu sementara hanya penyeberangan kendaraan muat barang, sementara kendaraan kecil tetap normal. Untuk bongkar muat juga dimaksimalkan di Dermaga I,” jelasnya.

Kordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Padang Bai, Nyoman Agus Sugiarta menjelaskan, akibat kerusakan dermaga II panjang antrean kendaraan besar diperkirakan mencapai dua kilometer.

Mulai dari area parkir pelabuhan hingga ke penginapan wisma kerti.

“Kapal ferry yang akan bersandar juga harus mengantre di laut, menunggu giliran. Dermaga yang operasi hanya satu. Itu mnjadi tumpuan. Pengendara, kapal, kendaraan harus bersabar,” imbuh Agus Sugiarta.

Untuk antrean kendaraan sudah diatur dan berkerjasaama dengan kepolisian.

Agus Sugiarta menambahkan, untuk mengurangi antrean BPTD dan ASDP Padang Bai mempercepat proses bongkar muat kendaraan. Yang semula proses bongkar muat 1.5 jam dipercepat menjadi 30 menit.

Trip penyebrangan ditambah sementara, sehingga antrean kendaraan bisa berkurang.

“Stretegi ini bisa mengurangi antrean kendaraan. Awalnya panjang antrean sampai BTN Tengading. Sekarang sudah berkurang sedikit demi sedikit. Petugas terus melakukan percepatan bongkar muat,” ungkap Agus Sugiarta, pria asal Singaraja.

Informasi di lapangan, beberapa sopir kendaraan tujuan Padang Bai menuju Lembar dan Lembar menuju Padang Bai mengeluh karena aktivitas mereka terhambat.

Beberapa kendaraan yang hendak menyeberang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku antre hingga 5 – 10 jam.

(wayan/sumber: balipost.com dan tribunnews.com/foto: balipost.com).

loading...