Angkasa Pura 2

Naik Kapal Layar, Remaja Ini Seberangi Samudera Atlantik untuk Hadiri Sidang PBB

Dermaga Figur Lingkungan & KehutananKamis, 1 Agustus 2019
IMG_20190801_055711

7120196338

IMG_20190801_060357

STOCKHOLM (BeritaTrans.com) – Seorang aktivis iklim asal Swedia yang berusia 16 tahun mempunyai cara menghadiri konferensi perubahan iklim PBB di New York pada September mendatang.

Greta Thunberg menolak untuk naik pesawat karena dia mengkhawatirkan emisi yang dihasilkan bisa merusak lingkungan. Jadi, dia mencari cara agar bisa ke New York.

Dilansir Sky News dan dikutip Kompas, Selasa 930/7/2019), Greta mengungkapkan dia mendapat tawaran untuk melintasi Samudera Atlantik dengan menumpang kapal milik anggota bangsawan Monaco.

Malizia II adalah yacht sepanjang 18 meter yang diperlengkapi dengan panel matahari dan turbin bawah air untuk memastikan tidak menghasilkan karbon.

Kepastian itu dia ungkapkan dalam unggahan di Twitter. “Kami bakal berlayar melintasi Atlantik dari Inggris ke New York pada pertengahan Agustus,” katanya.

Adapun si pemilik kapal adalah Pierre Casiraghi, cucu dari mendiang Penguasa Monaco Pangeran Rainier III dan aktris asal Amerika Serikat (AS), Grace Kelly.

Casiraghi bakal ikut bersama Greta dalam perjalanan itu, Begitu juga dengan ayah dan kru film Greta. Dia mengaku belum pernah bepergian dengan kapal.

“Saya belum pernah mendapatkan pengalaman seperti ini sebelumnya. Jadi saya rasa ini bakal menjadi kenangan yang bakal terus diingat,” katanya bercanda.

Diperkirakan mayoritas aktivis perubahan iklim dan para pemimpin di luar AS bakal datang menghadiri konferensi PBB di New York dengan menumpang pesawat.

Greta mengatakan dia tidak mengharuskan setiap orang untuk berhenti menaiki pesawat. Namun, dia berpikir jika harus lebih netral lagi dalam menyikapi isu tersebut.

Meski tidak begitu dikenal di AS. Greta sudah menginspirasi dunia untuk melawan perubahan iklim, dan mengaku bertemu Presiden Donald Trump bakal “membuang waktu”.

Trump sudah menarik diri dari Kesepakatan Iklim Paris, dan bersikukuh pemanasan global yang terjadi adalah hoaks. “Saya tidak punya kalimat apa pun untuknya,” ujarnya.

Greta menjelaskan sebagai presiden, Trump dinilai tidak mendengarkan saran ilmuwan maupun ilmu pengetahuan itu sendiri. Jadi, dia sebagai remaja 16 tahun tentu tak bisa meyakinkannya.

Dia berencana untuk cuti sekolah selama satu tahun demi mengampanyekan kesadaran akan perubahan iklim dan memaksa pemimpin dunia untuk menangkal pemanasan global.

Pekan lalu, Duchess of Sussex Meghan Markle memlih Greta sebagai salah satu dari 15 sosok “pemberi perubahan” di majalah British Vogue edisi September.

Direktur Eksekutif Greenpeace Jerman Martin Kaizer mengatakan dia memuji Greta bahwa dia sudah membaca seluruh pengetahuan yang diperlukan untuk menambah kredibilitasnya.

Tetapi, Greta juga menerima komentar negatif dari orang-orang yang tidak percaya perubahan iklim. “Saya tidak peduli dengan mereka. Saya mengabaikan mereka,” tegasnya.

(via).

loading...