Angkasa Pura 2

Kapal Rede Siap Berlayar di Sulut

Another News DermagaJumat, 2 Agustus 2019
IMG-20190802-WA0028

IMG-20190802-WA0030

MANADO (BeritaTrans.com) – Tiga unit kapal rede siap berlayar di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, yakni kapal rede KM. Gandha Nusantara 6, KM. Gandha Nusantara 13 dan KM. Gandha Nusantara 18.

KM. Gandha Nusantara 6 telah lebih dulu diserahkan di Pelabuhan Bitung pada 25 Juli 2019 sebagai penghubung pada wilayah sekitar Pelabuhan Bitung dan Pulau Lembeh.

Kapal rede KM. Gandha Nusantara 13 dan KM. Gandha Nusantara 18 yang dibangun galangan PT Daya Yakin Engkau Suka diserahkan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kepada operator PT Pelni, Jumat (2/8/2019).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan, KM. Gandha Nusantara 18 akan dioperasikan di perairan Bunaken dan KM. Gandha Nusantara 13 sebagai penghubung wilayah Likupang.

”Dengan adanya penyelenggaraan kapal rede ini, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan angkutan laut penumpang, mendukung kegiatan pariwisata serta menjamin keselamatan bagi penumpang angkutan laut untuk menjangkau ke wilayah yang tidak dapat disinggahi kapal utama,” ujar Wisnu usai menyerahkan kapal rede.

Dia berharap, agar Pemda dapat memanfaatkan kapal rede ini secara optimal mengingat kapal rede berjenis Landing Craft Tank (LCT) dengan ramp door di haluannya sehingga dapat dimanfaatkan untuk banyak kegiatan.

”Tak hanya bisa dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang, barang dan mobil, kapal rede bisa juga dimanfaatkan sebagai kapal pengangkut wisatawan yang akan menyelam (diving) dan melihat pemandangan laut. Bahkan bisa juga untuk klinik terapung yang memberikan layanan kesehatan di pulau terpencil,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Provinsi Sulut juga telah dilayani kapal penumpang Public Service Obligation (PSO), kapal perintis, dan kapal tol laut.

“Tahun 2019 Kemenhub telah menyelenggarakan 26 trayek PSO kapal penumpang Pelni, di mana lima kapal di antaranya menyinggahi pelabuhan di Provinsi Sulawesu Utara yaitu KM. Dorolonda, KM. Labobar, KM. Sinabung, KM. Tatamailau dan KM. Sangiang,” kata dia.

Sedangkan untuk angkutan laut perintis tahun 2019, dari total 113 trayek terdapat empat trayek dengan operator Pelni yang pangkalannya ada di Provinsi Sulut, yaitu KM. Sabuk Nusantara 69 dan KM. Sabuk Nusantara 70 di Pelabuhan Bitung serta KM. Sabuk Nusantara 95, dan KM. Sabuk Nusantara 109 di Pelabuhan Tahuna.

Untuk program angkutan barang di laut (tol laut), Provinsi Sulawesi Utara disinggahi tiga kapal tol laut yaitu KM. Logistik Nusantara 1 untuk trayek H-1 sebagai kapal utama yang singgah di Pelabuhan Tahuna.

Selanjutnya, kapal feeder KM. Kendhaga Nusantara 1 untuk trayek T-5 dengan pelabuhan pangkal Tahuna dan KM. Kendhaga Nusantara 13 untuk trayek T-6 dengan pelabuhan pangkal Bitung.

Namun menurut Wisnu, tidak semua daerah atau wilayah yang dilalui trayek tersebut dapat disinggahi kapal-kapal penumpang atau perintis dikarenakan fasilitas pelabuhan yang belum lengkap ataupun kedalaman alur dan kolam pelabuhan yang dangkal.

“Untuknya diperlukan kapal penghubung menuju pelabuhan-pelabuhan yang tidak dapat disinggahi kapal utama atau disebut kapal rede, seperti yang baru saja diserahkan Kemenhub untuk melayani masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara,” tutup dia. (omy)

loading...